|
Rules
Guide Index
How to Play
Information
Updates
Face Claims
Point Report
Shop
Opreg | 6/8, 10 AM - 8/8 √ Informasi lebih lengkap mengenai opreg dapat dilihat di sini. √ Baru bermain di SAD? Silakan baca panduan mendaftar di sini. √ Merasa postmu sudah cukup banyak? Klaim bonus 500 point kamu di sini! Tentu saja, baca ketentuannya lebih dulu, ya. √ Segala jenis pendaftaran di forum SAD dinyatakan sah jika telah diapprove oleh AKUN STAFF. Di luar itu, tidak sah. |
Quick News
Welcome to Another Dimension
SAD (Shinobi Another Dimension) merupakan forum roleplay 2D berbasis teks deskriptif bertemakan Naruto di dunia militer Jepang modern. Bergabunglah dengan kami dan rasakan kehidupan seorang Shinobi di balik bayangan!
Best RPer March 2016
![]() |
Summer/Fall 2017
Quota
KARAKTER SPESIAL
KLAN Census
|
| Selamat datang di Forum S A D kami berharap anda menikmati kunjungan ke forum kami. Sekarang anda sedang melihat forum sebagai pengunjung. Itu artinya anda memiliki keterbatasan menikmati fitur - fitur yang ada diforum ini secara lengkap. jika anda mendaftar ke forum kami, anda akan langsung terdaftar sebagai member kami dan dapat mengikuti RP bersama kami. Ayo bergabung! Jika anda sudah terdaftar sebgai member kami, silakan melakukan log in terlebih dahulu untuk mengakses profil anda. |
| Kisah yang Belum Berkhir...; Buat event. Tapi kayaknya, bakal ada seriesnya | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Monday, 3. February 2014, 20:41 (154 Views) | |
|
|
Monday, 3. February 2014, 20:41 Post #1 |
![]()
Iwate no Taishou
![]()
|
Genre: Shchool Life, Romance, Supernatural Rating: Gak tahu rating-ratingan, yang jelas mungkin 15+ kalo buat umur -_- Cast: -Uchiha Kaibara -Uchiha Masaaki -Hyuuga Arata -Kyoshiro Izumi Author's Note: Cum dikerjain 2 hari, dan di hari akhir memutuskan untuk bikin ini jadi sebuah prolog cerita. Agak OOC mungkin. Typo(s). Oke, langsung aja Kisah yang Belum Berakhir DING DONG DING DONG Satu hari lagi yang harus kulalui di bangunan megah nan terkutuk yang disebut sekolah. Oke, aku lebay, sebenernya sih gak buruk-buruk amat. Hanya saja, bosan. Yep, setidaknya begitulah yang dirasakan hampir seluruh orang yang berstatus sebagai siswa. Kalau ada yang tidak setuju, mati saja orang itu! “Ohayou, Kai” Dia Masaaki, teman baikku. Seorang arogan yang entah bagaimana dapat sangat lengket denganku yang terlalu santai ini. Seperti biasa, dengan penampilannya yang agak urakan tersebut, ia baru datang tepat saat bel berbunyi−tidak, bahkan ini sudah sangat bagus, biasanya dia datang setengah jam setelah bel berbunyi. “Ohayou” Aku yang tengah memandang langit dari tempat dudukku dengan berpangku tangan membalas sapaan Masaaki tanpa sedikitpun menoleh padanya. Sementara Masaaki mulai duduk di kursinya yang berada di sebelahku dengan posisi yang seenaknya sendiri, suara bising di sekitar perlahan mulai mereda. Aku tahu, ini pasti karena si guru mungil tersebut sudah tiba. Dengan malas, aku menghentikan kegiatan memandang langitku dan mengalihkan manikku untuk menatap sosok di depan kelas tersebut. “Ohayou, minna...!” “Ohayou, Kyoshiro-sensei!” Suara serempak dari seluruh seisi kelas−termasuk aku−mengisi ruangan. Seringaian dari sang guru mungil tersebut mengikuti setelahnya, dan aku tahu, ini adalah sebuah pertanda buruk. “Yap, pagi ini, kita akan kedatangan murid baru. Silakan masuk!” Oke, cuma murid baru. He? Murid baru?! Tu-tunggu, jadi orang seperti apa yang bisa meyakinkan dewan-dewan sekolah yang dalam sejarah tidak pernah menerima murid baru?! Pertanyaan itu akan terjawab seperti hitungan mundur sebuah film yang akan diputar di bioskop seiring dengan waktu−bedanya ini suara langkah kaki, dan hitungan mundur berakhir saat pintu kelas tergeser secara perlahan. Berdiri di sana adalah seorang gadis dengan surai hitam legam yang potongannya tidak lebih dari sebahu. Wajahnya sama sekali tak menunjukkan ekspresi sedikitpun, dan... apa itu? Syal merah? Sekilas, aku melirik pada seseorang di sebelahku yang juga entah kebetulan atau apa selalu mengenakan syal merah di manapun dan kapanpun. Masaaki di sana terlihat menatap murid baru tersebut dengan tatapan yang aneh seraya memegang syal merahnya. “Arata” Bukan masalah dia hanya menyebutkan satu kata namanya, karena salah satu aturan di sekolah adalah setiap murid hanya terdaftar dengan satu kata nama. Masalahnya adalah, dia hanya menyebutkan itu sebagai perkenalannya dan tanpa basa-basi langsung berjalan menuju sebuah kursi kosong di sudut kelas. Membiarkan seluruh isi kelas terasa dipenuhi oleh aura mencekik yang gila dan membungkam mulut dari seluruh murid. Aku memang dibuat membisu pula, tapi bukan karena gadis itu, lebih tepatnya karena pemuda di sebelahku−Masaaki dibuat seperti orang ketakutan dengan kehadiran gadis yang bernama Arata tadi. “Ta... ra...” He? Apa maksudnya Tara itu? Oke sebenarnya aku ingin menanyakannya pada Masaaki, tapi si mungil Kyoshiro ini sudah memulai pelajaran. Kalau aku ketahuan mengobrol, bisa habis aku. --o0o-- Atap sekolah adalah tempat yang sempurna untuk menghabiskan waktu istirahat. Karena luas tempat ini yang luar biasa, masih akan menyisakan banyak tempat kosong meskipun terjadi 4-5 pertandingan futsal yang dimainkan dalam waktu yang bersamaan. Seperti biasa, aku menghabiskan waktu di istirahat di tempat ini genan komputer notebook kesayanganku. Tapi tidak dengan Masaaki, dia tidak biasa. Biasanya dia akan menghabiskan tenaganya yang kelewat banyak nan mubazir tersebut dengan bermain futsal atau kegiatan olahraga lainnya di waktu istirahat. Namun sekarang, ia hanya duduk menundukkan kepalanya lesu di sisiku seperti selama pelajaran berlangsung tadi. “Nee, kau kenapa, Masaaki?” Awalnya aku bermakud tak mempedulikan Masaaki karena waktu terus bergulir dan aku akan kehilangan banyak waktu istirahatku tanpa memanfaatkannya dengan maksimal untuk menyelesaikan sebuah program baru. Tapi pada akhirnya, membiarkan Masaaki begini terus juga akan mengganggu konsentrasiku dan aku takkan bisa menyelesaikan program ini. “Ie... nandemonai” “Oh ayolah... apa ada sesuatu dengan si murid baru Arata tersebut? Dan apa itu Tara yang kau sebutkan di kelas tadi?” Masaaki kemudian nampak menghela nafas panjang. Sepertinya ia menyerah untuk menutup-nutupi sesuatu hal dari aku sahabatnya ini. “Bagaimana perasaanmu kalau bersama Keiko-chan?” “Erm... tentu saja senang. Tapi karena kami sudah menjalani hubungan kami dengan serius, itu jadi tak terlalu spesial lagi” Memang sih, ini bisa jadi dikatakan sebagai hasil dari pertunangan aku dan Keiko yang telah dilaangsungkan saat kami masih kecil oleh orang tua kami. Jadi ya, karena cinta, bosan tidak... norak dengan hubungan kami juga tidak. Kembali ke Masaaki. “Jadi berbeda ya...” Seolah keraguan yang dirasakannya tadi hanyalah sebuah ilusi, pemuda dengan surai coklat sepertiku ini bangkit berdiri dan melihat jam tangannya. “Aku harus memastikannya. Ayo, Kai” Dan pergi meninggalkan tempat ini. Lagi-lagi memutuskan seenaknya sendiri, tapi tak apalah, itu baru Masaaki yang kukenal. Menutup komputer notebookku dengan segera, aku pun beranjak mengikuti Masaaki. --o0o-- Sesuai dugaanku, gadis bernama Arata itu ada di kelas. Ia sama sekali tak beranjak dari tempat duduknya mungkin sejak pelajaran tadi dan tak melakukan apapun serta bahkan murid lainnya pun tak menghiraukannya. Oh ayolah, dengan begitu kau terlihat bagai dekorasi usang yang tak ada gunanya. Pada akhirnya, aku memutuskan untuk hanya duduk di kursiku sementara mengamati Masaaki yang dengan sedikit gugup mendekati Arata. Setidaknya aku masih bisa mengamati mereka dari sini. “Yo, salam kenal, Arata-san” Bodoh! Kenapa bisa-bisanya dia mengatakan itu! Oke, aku memang tak lebih baik dari Masaaki soal mendekati wanita−bisa dikatan kami selevel dalam hal ini. Tapi tetap saja, melihatnya membuatku geregetan. Tak mendapat respon apapun dri gadis bersurai hitam legam itu, Masaaki sepertinya tambah tak berkutik dan mulai terlihat berkeringat dingin. “Hah−akhirnya kau datang juga” Setelah beberapa saat hening, Arata akhirnya memecah keheningan dengan suara beratnya. Lalu.... bangkit dan menyeret Masaaki ke luar kelas. Tu-tunggu, a-apa yang baru saja terjadi? --o0o-- Masaaki yang tak mengerti apapun tengah diseret oleh seorang wanita untuk pertama kalinya. Ia tak tahu ke mana ia akan di bawa, tapi jika dilihat dari rutenya, mereka akan menuju sebuah ruangan kosong di bsement yang tak pernah terjamah oleh siapapun. BRAK!!! Pintu kayu yang sudah usang itu ditendang begitu saja oleh Arata dengan kekuatan yang abnormal hingga menyebabkan pintu tersebut terlepas dari tungkainya. Masuk ke ruangan, ia dengan segera memojokkan Masaaki di sudut. “H-hei! A-apa yang mau kau lakukan?!” Seperti baru saja mendapatkan kesadarannya kembali, Masaaki menatap lekat wajah dari sosok yang menyeretnya tadi. Wajah yang tanpa cacat sedikitpun di bawah mahkota hitam legam sebahunya. Obsidian wanita ini seolah menyerap Masaaki selayaknya sepsang black hole. Arata bergerak meraih dagu Masaaki, lalu... Dua bibir saling bertemu. Itu adalah ciuman pertama Masaaki. Oleh seorang murid pindahan misterius yang bahkan ia tak tahu kenapa alasannya ini bisa terjadi. Mulut Arata memaksa mulut Masaaki membuka, menautkan kedua lidah mereka. Gejolak yang dialaminya saat ini benar-benar akan membuat Masaaki pingsan, namun... dari ciuman ini−seolah seperti air mengalir, beberapa adegan memasuki pikiran Masaaki --o0o-- “Aku, Tarano Itsuki. Bersumpah setia akan selamanya, tak peduli maut sekalipun, akan mengabdi kepada anda” Seorang wanita bersurai hitam legam sebahu dengan mengenakan sebuah pakaian ksatria−lengkap dengan pedang di pinggangnya−ditambah dengaan dekorasi syal merah yang melilit lehernya berlutut, bersumpah kepada sosok yang berada di depannya yang juga mengenakan syal merah seperti wanita tersebut. Kembali kabur dan terpecah-pecah bagai puzzle lalu menyatu kembali, kali ini dengan gambar yang berbeda. “Ukh...” Pria bersurai coklat tadi, kini terlihat berlumuran darah dengan seluruh tubuhnya tertusuk oleh erbagai macam senjata seperti tombak, pedang, dan puluhan anak panah. Kesakitan memang terlihaat di wajahnya, namun ia tetap tersenyum. “Kau... tak apa, Ta... ra?” Suaranya terputus-putus, namun ia tetap tersenyum, pada sosok wanita yang ada di belakangnya. Tarano Itsuko, yang terduduk lemas namun tanpa luka yang parah membulatkan matanya menatap kondisi dari pria yang berada di hadapannya. “K-kenapa? Kenapa...?” “Masih... bertanya... kenapa? Tentu saja... karena aku... mencintaimu...” --o0o-- Pandangannya kembali normal. Ruangan gelap dan berdebu, serta sosok wanita yang berada sangat di hadapannya, dengan bibir yang basah oleh air liur. “Kisah kita masih belum berakhir, Yang Mulia Paduka...” Arata meninggalkan Masaaki mematung di ruangan tersebut Edited by Uchiha Kaibara, Monday, 3. February 2014, 20:42.
|
![]() ©Kagami-nee "I don't know about the difference from good and evil. I'm just trying, as best as possible, so as not to lose something precious for me" Iwate no Taishou, IM5901700 - Uchiha Kaibara | |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| Arata | Wednesday, 5. February 2014, 08:43 Post #2 |
![]()
|
Kalo belom ngomen disini gak puas ah. Suka suka suka sukaaaaa. Deskripnya ngalir, gak terbelit-belit, tapi penyampaiannya bagus, jelas. Cumanan kurang panjang, gak puas. #woy Aku merasa makin tampan dan berani disitu. ICnya dapet, aku memang garang. 8) (...) Ditunggu lanjutannya! |
|
________________________ and I know that I am d e a d; if i t o u c h a burning candle i can feel no p a i n if you c u t me with a knife its still the s a m e ✕ ✕ ![]() | |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Fanfiction · Next Topic » |



Iwate

✕
✕ 
