|
Rules
Guide Index
How to Play
Information
Updates
Face Claims
Point Report
Shop
Opreg | 6/8, 10 AM - 8/8 √ Informasi lebih lengkap mengenai opreg dapat dilihat di sini. √ Baru bermain di SAD? Silakan baca panduan mendaftar di sini. √ Merasa postmu sudah cukup banyak? Klaim bonus 500 point kamu di sini! Tentu saja, baca ketentuannya lebih dulu, ya. √ Segala jenis pendaftaran di forum SAD dinyatakan sah jika telah diapprove oleh AKUN STAFF. Di luar itu, tidak sah. |
Quick News
Welcome to Another Dimension
SAD (Shinobi Another Dimension) merupakan forum roleplay 2D berbasis teks deskriptif bertemakan Naruto di dunia militer Jepang modern. Bergabunglah dengan kami dan rasakan kehidupan seorang Shinobi di balik bayangan!
Best RPer March 2016
![]() |
Summer/Fall 2017
Quota
KARAKTER SPESIAL
KLAN Census
|
| Selamat datang di Forum S A D kami berharap anda menikmati kunjungan ke forum kami. Sekarang anda sedang melihat forum sebagai pengunjung. Itu artinya anda memiliki keterbatasan menikmati fitur - fitur yang ada diforum ini secara lengkap. jika anda mendaftar ke forum kami, anda akan langsung terdaftar sebagai member kami dan dapat mengikuti RP bersama kami. Ayo bergabung! Jika anda sudah terdaftar sebgai member kami, silakan melakukan log in terlebih dahulu untuk mengakses profil anda. |
- Pages:
- 1
- 2
| [FFic] The Immoralist | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Tuesday, 11. February 2014, 01:56 (234 Views) | |
| Yuki Hatsuki | Tuesday, 11. February 2014, 01:56 Post #1 |
![]() ![]()
|
Genre : AU (Alternative Universe), Romance, School Life Pairing : Uchiha Masaaki x Hyuuga Arata Karakter : Uchiha Masaaki, Hyuuga Arata, Masamune Suoh, Kyoshiro Izumi, Uchiha Kaibara, Aburame Touma. WARNING!! Membaca fanfic ini dapat menyebabkan KANTUK, jadi tidak dianjurkan membaca fanfic ini sambil mengendarai kendaraan atau tengah begadang karena tugas... :| ---oo0oo--- Masa depan. Pernahkah terpikir dalam benak kalian, dunia masa depan seperti apa? Semuanya semakin praktis, semuanya semakin modern, semuanya berubah, dan semuanya hancur. Dengan kepintarannya, manusia menghancurkan sendiri bumi tempat tinggal mereka. Tak ada lagi alam yang hijau. Walau begitu, berkat teknologi, manusia masih mampu bertahan hidup. Tak hanya alam yang rusak, kepribadian orang didalamnya juga rusak. Semakin canggihnya teknologi, malah kepribadian manusia semakin terpuruk. Semakin barbarik, seakan kembali ke zaman purba. Hukum karma tidak lagi berlaku, digantikan oleh hukum rimba. SAD gakuen, adalah salah satu sekolah yang mendidik dan mempersiapkan para anak-anak untuk bisa bertahan hidup dalam dunia zaman sekarang. “Membunuh atau dibunuh” adalah prinsip utama yang diajarkan oleh salah satu sekolah elit yang berada di Jepang ini. Di sekolah, para murid diajarkan tentang bagaimana cara-cara membunuh yang cepat, seni membunuh, membentuk mental pembunuh, dan masih banyak lagi. Sampai sejauh ini sekolah sudah meluluskan beberapa pembunuh professional, yang ditakuti seantero Jepang. Yang paling terkenal yaitu kepala keluarga Uchiha dari klan Uchiha yang mampu menghancurkan 1 kota dengan sekali serang, dan juga kepala keluarga Hyuuga dari klan Hyuuga pembunuh dengan teknik-teknik yang mengagumkan dan indah dipandang mata. Dan sekarang, mendekati tahun ajaran baru, artinya ujian kenaikan kelas hampir tiba. Para murid mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. Semua terlihat sibuk belajar dan berlatih, namun tidak untuk Uchiha Masaaki. Pemuda bersurai cokelat ini malah terlihat asyik menikmati angin sepoi-sepoi diatas atap sekolah. Pemuda ini pasti berpikir ujian ini akan sangat mudah. Ya, kalau dilihat-lihat, tuan muda Uchiha ini sudah berhasil menguasai sekolah hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun. Berhasil membunuh Masamune Suoh dalam ujian masuk sekolah, dalam 1 bulan pertama membuat guru chibi, Kyoshiro Izumi yang super duper galak masuk rumah sakit karena 4 rusuk yang patah ditambah luka bakar yang cukup serius di punggung saat praktek di kelas, dan terakhir, membuat Uchiha Kaibara, sepupunya sendiri dalam keadaan koma sampai sekarang karena dilempar keluar jendela dari kelasnya yang berada dilantai 4. Masih banyak lagi murid-murid lemah yang tak dapat disebutkan satu per satu yang dibuat masuk rumah sakit oleh Uchiha Masaaki. Lihat saja, atap gedung sekolah ini seakan jadi ruang pribadinya karena tak ada yang mau mencoba mendekatinya. “Mendoukusee” gerutu Masaaki bangkit dari tidurnya. Membosankan, sungguh membosankan sekali. Tak ada lawan yang sebanding dengan dirinya disini. Apanya yang sekolah elit? Ini mah tempat para sampah. Krieet Saat tengah asyik menggerutu dengan keadaan sekolah yang tidak memuaskan, perhatiannya tersita dengan suara pintu atap “Hn?” Gadis itu menoleh kearahnya. Sepasang iris ruby milik Uchiha Masaaki kini bertemu dengan sepasang onyx legam milik sang titisan dewi. “Siapa kau?” *** Siapa yang menyangka, seorang Uchiha Masaaki yang terkenal paling bengis di sekolah akan berjalan berduaan bersama seorang gadis di pusat perbelanjaan. Siapa lagi kalau bukan Arata, gadis yang ditemui oleh tuan muda Uchiha di atap gedung sekolah 1 bulan yang lalu, yang berhasil menjinakkan hewan liar bak Uchiha Masaaki. Dua sejoli ini berjalan berdampingan, namun tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka adalah sepasang kekasih. Malah terlihat seperti kakak beradik. Dasar pasangan tsundere. Ya, mereka berdua tsundere stadium 4 yang sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Mereka lebih nyaman seperti ini, jadi mau bagaimana lagi? Langkah mereka berdua berhenti di depan sebuah toko senjata. Masaaki ingin mengambil senjata miliknya yang sudah selesai diperbaiki dan akan digunakan saat ujian nanti, sekalian membantu Arata mencari senjata yang akan digunakannya untuk ujian masuk sekolah nanti. Masaaki membukakan pintu, dan mempersilahkan Arata masuk duluan. Arata pun menurut, dan melangkah masuk. Pandangannya diedarkan ke seluruh sudut ruangan, menatap kagum ruangan penuh senjata itu. Matanya berbinar-binar, seperti seorang bocah yang baru masuk dalam toko mainan. Ini pertama kalinya Arata menginjakkan kaki di toko senjata. Arata melangkah penuh antusias ke salah satu rak, mengangkat gergaji mesin yang dipajang diatas rak, berbalik dan menampilkan pose manisnya sambil memegang benda berbahaya itu. “Masaaki-kun, bagaimana dengan ini? Keren kan?” tanya Arata. Masaaki menggeleng pelan. “Terlalu berat untukmu, Arata-chan” komennya. Arata hanya bisa berbalik dengan ekspresi kecewa, dan menaruh kembali gergaji mesin ditangannya kembali ke atas rak. Namun hanya beberapa detik, wajahnya kembali tersenyum, dan berlari pelan kearah rak lainnya. Tingkah bak bocah 5 tahun dari Arata tanpa sadar telah membuat sebuah senyum tipis terukir di wajah Masaaki. Pemuda ini senang, bisa mengetahui satu lagi rahasia dari sang pacar. “Masaaki-kun, kalau ini?” Tanya Arata, kini memegang scythe yang bahkan setengah meter lebih tinggi dari tubuhnya. “Terlalu besar untukmu, Arata-chan” komen Masaaki menggeleng pelan. “Yang ini?” kali ini gadis bersurai hitam legam itu berpose dengan kedua kapak ditangannya. “Jelek, tidak elegan” komen Masaaki menggeleng lagi. “Ini?” memegang senapan laras panjang, dengan moncong diarahkan pada Masaaki dan salah satu manik hitamnya melihat dari scoope yang terpasang diatasnya. “Senjata jarak jauh tak akan membuatmu menikmati ekspresi kesakitan dan jerit lawan yang begitu merdu.” Lagi-lagi Masaaki memberi komentar jelek untuk senjata yang dipilih Arata, dan sukses membuat gadis itu tidak lagi kecewa tapi cemberut. “Senjata Masaaki-kun apa memangnya?” Tanya Arata sembari meletakkan senapan di tangannya cemberut. Masaaki menoleh kiri kanan, hingga pandangannya menangkap sebuah senjata yang terpajang dan langkahnya langsung menuju rak tempat senjata yang dimaksud. Sebuah pedang sepanjang kurang lebih 1m dengan sarung berwarna hijau diraih dari tempat pajangannya dan diangkat kearah Arata. “Pedang?” “Ya” Jawab Masaaki singkat. “Tapi tentu saja, pedang milikku jauh lebih bagus dari pedang murahan ini” lanjutnya sembari meletakkan kembali pedang diatas tempat pajangannya. “Kalau begitu… menurut Masaaki-kun, aku cocoknya senjata apa?” Masaaki terlihat berpikir sejenak sembari melihat-lihat senjata yang ada. ‘Ah!’ pemuda bersurai cokelat itu langsung melangkah menuju salah satu rak. “Bagaimana kalau ini?” *** “Kau benar-benar membelinya.” Gumam Masaaki, melirik kearah gadis bersurai hitam disampingnya yang tengah mengagumi sebuah dagger, kurang lebih 30cm dengan sarung dan pegangan berwarna merah motif bunga sakura. Arata mengangguk, tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari pisau belati di tangannya. Habis, ini dipilih Masaaki-kun untukku batin Arata masih memandang belati di tangannya sembari tersenyum senang. “Tubuhmu cukup lentur dan lihai, dan tarian yang kau tunjukkan tempo hari benar-benar indah. Menurutku, jika dipadukan dengan dagger ini, akan menampilkan seni yang begitu indah.” “Indah…ya?” gumam Arata pelan masih tersenyum, kini dengan wajah memerah, memejamkan matanya mengingat kembali kejadian beberapa menit lalu di toko senjata. “Hn? Kau mengatakan sesuatu?” “B-bukan apa-apa” menggeleng kepalanya cepat. Ada apa denganku? *** Ujian kenaikan kelas. Seperti yang diperkirakan, Masaaki menjadi juara pertama, dan juga juara umum dengan nilai tertinggi se-SAD. Menghancurkan seisi kelas 1-3 yang menjadi lawan kelasnya, kelas 1-1 sendirian, membuat semua siswa kelas 1-3 tak ada yang luput dari luka bakar serius ulah sang Uchiha yang menjadi penyebab hancurnya kelas. Tenang saja, dengan kemampuan teknologi sekarang, 1 kota hancur dapat diperbaiki hanya dalam hitungan jam. Apalagi hanya ruang kelas. Dan juga ia berhasil membunuh salah seorang kakak kelasnya, Aburame Touma, saat ujian memperebutkan juara umum. Semua itu dilakukan dengan cepat, seolah itu hanya pelajaran untuk anak SD. Kedua tangan dimasukkan dalam saku celananya, dan berjalan malas meninggalkan gedung sekolah. Hari ini mereka cuma datang untuk melihat pengumuman hasil ujian, dan tak ada kelas yang harus dihadiri. Walaupun hasilnya sudah dapat dipastikan, karena ini peraturan sekolah mau tak mau ia datang juga. “Hn?” Maniknya menangkap sosok bersurai hitam yang tengah berdiri bersandar di gerbang sekolah. Sosok yang sangat familiar bagi tuan muda Uchiha ini. Arata. “Yo, lama menunggu?” Tanya Masaaki, menggaruk pipinya yang agak merona merah dengan jari telunjuk dan melirik sembarang arah untuk menutupi rasa groginya. Semakin lama, Masaaki tidak bisa menahan debaran jantungnya yang semakin kencang setiap kali bersama gadis ini. Arata menggeleng pelan. Mereka berdua kembali berjalan berdampingan. Tak ada pegang-pegangan tangan, tak ada adegan-adegan romantis. Mereka berdua pasangan tsundere stadium 4, sekedar mengingatkan. Walaupun sepertinya dere-dere dari Masaaki mulai meningkat, dan mungkin membuat statusnya turun menjadi tsundere stadium 3,5. “Bagaimana hasil ujiannya?” “Tak ada masalah” jawab Masaaki santai. Ia tak berniat membanggakan dirinya sebagai juara umum. Mengalahkan para sampah itu tak membuatnya bangga sama sekali. “ngedate yuk” lanjutnya, dijawab oleh anggukan kepala Arata tanda setuju. … Waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa mentari sudah mulai meninggalkan singgasananya, menorehkan luka pada langit senja. Warna merah yang indah, bak darah yang menodai langit biru yang indah beberapa jam yang lalu. Sepasang kekasih ini terlihat sedang menunggu kedatangan kereta di stasiun yang terlihat sepi. Hanya ada mereka berdua disana. Rumah Arata cukup jauh, dan harus menaiki kereta untuk sampai disana. Sedangkan Masaaki, mengantarkan pacarnya setidaknya sampai Arata menaiki kereta. Beberapa menit terdiam, akhirnya kereta yang ditunggu datang. Arata langsung berdiri, diikuti oleh Masaaki. “Terima kasih untuk hari ini.” Ucap Arata sembari tersenyum. Senyuman itu… ah, Masaaki ingin selalu melihat senyuman itu. Walaupun kalau mau jujur, senyuman itu bak sengatan listrik ratusan volt yang dapat menghentikan detakan jantungmu. Itu benar-benar senjata yang paling berbahaya bagi seorang Masaaki. Namun, bukan Masaaki namanya kalau berani menunjukkan sisi lemah dengan ekspresi memalukan tepat di depan gadis pujaan hatinya. Masaaki hanya mengangguk dengan wajah datarnya. Arata terlihat berbalik dan hendak melangkah masuk ke kereta. Namun tinggal selangkah lagi, tiba-tiba gadis itu dengan cepat berbalik, melangkah cepat menuju pemuda bersurai cokelat ini, kedua tangan langsung memegang kedua pundak kekar milik Masaaki dan chuu~ mencium singkat bibir sang pemuda sebelum akhirnya kembali berbalik dan langsung berlari masuk ke dalam kereta. Sedetik kemudian pintu tertutup dan kereta pun berjalan. Masaaki hanya bisa berdiri diam mematung dengan mata terbelalak, tak percaya akan hal yang terjadi beberapa detik lalu. Tadi dia bilang kalau senyuman itu senjata paling berbahaya? Sekarang ia ralat. Ciuman lebih berbahaya daripada senyuman. *** Hari pertama di tahun ajaran baru. Kini Masaaki menginjakkan kaki di sekolah sebagai murid kelas 2. Tak ada yang berubah. Muka-muka yang sama dalam kelasnya (walau terlihat cukup banyak yang berkurang), guru wali kelas yang sama, dan ruangan khususnya yaitu atap gedung. Ah, hanya 1 yang berbeda. Ruang khususnya yang biasa ditempati hanya untuknya sendiri mulai sekarang akan kedatangan tamu setiap hari. Arata, akhirnya berhasil masuk dalam sekolah elit ini. Masaaki jadi bisa melihat gadis bersurai hitam sepundak itu setiap harinya. Dengan kedatangan Arata, sekolah yang tadinya membosankan ini pasti akan lebih dinikmati oleh tuan muda Uchiha ini. Seperti biasa, Masaaki tengah tidur diatas atap gedung sekolah, menikmati angin yang bertiup sepoi-sepoi. Sejak pagi ia bolos dari kelasnya dan malah tidur. Masaaki malas mengikuti kelas tak berguna itu. Toh ujung-ujungnya, ia pasti dengan mudah merebut juara umum lagi. Krieet Terdengar suara pintu atap “Yappari, Masaaki-kun pasti berada disini” Masaaki membuka sebelah matanya, menangkap sosok gadis bersurai hitam sepundak itu tengah melangkah menuju dirinya. Kembali memejamkan kedua matanya, seakan tak peduli. Tapi sejujurnya, sekali lagi jantungnya dipaksa memompa 3x lebih cepat dari biasanya. Masaaki bisa merasakan sosok itu sekarang sudah berada tepat disampingnya. Suasana hening tercipta. Sepasang kekasih ini malah tenggelam dalam diam, menikmati hembusan angin sepoi-sepoi yang bertiup. Beberapa menit, dan pemuda bersurai cokelat ini bangkit berdiri dan langsung menuju pagar setinggi dada yang mengelilingi atap gedung sekolah ini. Kedua tangan dilipat dan disandarkan pada pagar, menatap ke bawah, melihat para sampah yang tengah berlatih di lapangan. Sedari tadi ia tak bisa menghentikan debaran jantungnya akibat kehadiran seorang Arata, dan memilih untuk mengalihkan perhatian sementara pada para sampah. Mungkin rasa kesalnya pada sampah-sampah itu akan sedikit mengurangi debaran di dadanya ini. “Masaaki-kun…” Masaaki hanya ber-‘hn’-ria tanpa menoleh ke asal suara. Ia tak boleh menunjukkan wajahnya yang mungkin saja kini memerah bak kepiting rebus pada gadis dibelakangnya itu. Masaaki bisa mendengar langkah kaki gadis itu mendekat, sekali lagi membuat jantungnya berdebar hebat. “Aku mencintaimu, karena itu―” Zrats Belati sepanjang kurang lebih 30cm itu kini menembus dada kiri sang Uchiha dan langsung dicabut kembali, menyebabkan darah segar muncrat bak air mancur, menodai seragam sang gadis sampai ke wajah. Tubuh yang ditusuk langsung jatuh tak bernyawa lagi. “―matilah untukku…untuk Hyuuga Arata ini” ―END― |
| |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| Aburame Touma | Tuesday, 11. February 2014, 02:01 Post #2 |
![]()
Taishou
|
Entahlah... Banyak adegan Gore tapi ga begitu kerasa gorenya Hatsuki-san #hoiTapi sungguh, diksimu itu membuatku iri bro ![]() Nice-nice!!!
|
|
"SO, WHAT HAPPENED TO THE PRINCE?" HE DID COME RUNNING FOR HER... BUT HE WAS TOO LATE... ![]() SO THE ANGLE DECIDED TO PUNISH HIM. AND THE LAST THING HE HEARD FROM THE FALLEN ANGEL IS... "NOW... ONLY LOOK AT THE PRINCESS HERE, AND SMILE..." AVATAR + SIGNATURE (c) ME | THE STORY PART (3) | |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| Yuki Hatsuki | Tuesday, 11. February 2014, 07:40 Post #3 |
![]() ![]()
|
Itu masuk gore? Menurutku itu bagian humornya kok... ![]() Gorenya kan cuma 1, bagian terakhir. Tapi karena gak pernah baca ffic gore, aku gak tau mendeskripsikannya bagaimana. Malah jadi aneh seperti itu... ![]() Btw, sankyu udah mampir dan ngomentarin~
|
| |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| Arata | Tuesday, 11. February 2014, 08:24 Post #4 |
![]()
|
KENAPA. MASAAKI-KUN. MATI. KENAPA. KENAPAAAAA. #... Ehm. Aku jadi ngerti maksud pertanyaan Hatsuki-nii ke Masaaki-kun yang `Jiichan bisa bunuh Arata-baanyan gak?` itu. Karena Masaaki-kun gak bisa, bukan berarti aku bisa kan!? *ditendang Plot-twistnya keren, diksinya ajib. Overall bagus, tapi ngakak amat itu para korban-korban Masaaki-kun, matinya epic. =)) =))
|
|
________________________ and I know that I am d e a d; if i t o u c h a burning candle i can feel no p a i n if you c u t me with a knife its still the s a m e ✕ ✕ ![]() | |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| Yuki Hatsuki | Tuesday, 11. February 2014, 08:51 Post #5 |
![]() ![]()
|
Sejak awal aku memang mau bikin Arata-baanyan bunuh Jiichan kok... Klo jawaban Jiichan waktu itu bisa, bagian akhirnya Arata-baanyan gagal, malah Jiichan yang bunuh Arata-baanyan. Tapi karena dia gak mampu, yah beginilah endingnya~ Intinya, kalian berdua memang akhirnya saling membunuh di akhir cerita ini... Btw, sankyu udah mampir dan ngomentarin~
|
| |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| Senju Yume | Tuesday, 11. February 2014, 09:02 Post #6 |
![]()
|
ARATA JAHAT! *gampar Arata Keren.... XD ffic gore pertama nih |
| |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| Yuki Hatsuki | Tuesday, 11. February 2014, 09:13 Post #7 |
![]() ![]()
|
#PM kabur, sembunyi dari Arata-baanyan# Tehee~ Fanfic pertamaku yang selesai, malah hasilnya gini... xDD Btw, sankyu udah mampir dan ngomentarin~ ![]() |
| |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| Arata | Tuesday, 11. February 2014, 09:27 Post #8 |
![]()
|
Aku bikin dua asumsi tentang kenapa aku ngebunuh Masaaki-kun; Satu, karena prinsip hukum rimba yang mengharuskan membunuh atau dibunuh―daripada menghadapi kondisi aku dan Masaaki-kun harus saling bunuh (karena cepat atau lambat itu bakal terjadi), akhirnya aku bunuh Masaaki-kun duluan. Dua, aku memanfaatkan Masaaki-kun yang jatuh cinta sama aku buat ngebunuh dia dan secara gak langsung jalan menuju posisi tertinggi di sekolah bisa jadi milik aku... D-digampar. ![]() Hatsuki-nii kejam bikin aku kaya gini.
|
|
________________________ and I know that I am d e a d; if i t o u c h a burning candle i can feel no p a i n if you c u t me with a knife its still the s a m e ✕ ✕ ![]() | |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| Yuki Hatsuki | Tuesday, 11. February 2014, 11:10 Post #9 |
![]() ![]()
|
Ah, ternyata itu yang membuat Arata-baanyan membunuh Jiichan ya. Masuk akal... *angguk2 #kaburlagi Eh...EEEH? ![]() Jiichan kejam, pake acara mati segala...
|
| |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| Izumi Kyoshiro | Tuesday, 11. February 2014, 11:59 Post #10 |
![]()
Tokyo No Taishou
![]()
|
A-ASTAGA... SESEORANG FUIN AKU.... T-TIDAK.... I-INI BENAR BENAR SELERAKU... A-AAAAHH...... ARIGATO HATSUKI SAN.... HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHH!!!!!!!! |
H O P E![]() Aku masih ingin hidup, banyak yang harus kulakukan, banyak yang harus kuraih, banyak yang harus ku pertahankan. Hidupku harus berlanjut. Signature by Uchiha Ayuka | |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| Go to Next Page | |
| « Previous Topic · Fanfiction · Next Topic » |
- Pages:
- 1
- 2



Hokkaido

Iwate
#hoi



*ditendang Plot-twistnya keren, diksinya ajib. Overall bagus, tapi ngakak amat itu para korban-korban Masaaki-kun, matinya epic. =)) =))
✕
✕ 





Tokyo
