SHINOBI
Another Dimension
シノビー・アナザー・ディメンション

4.2 | Fade to Black
Tragedi Osaka Lautan Api hampir terulang di tengah pertarungan Kurokage Hyouka melawan Kirishima Ame dan para perwira Osaka. Namun kehadiran sesosok yang tak terduga, Hasegawa Gyuuki, berhasil menyelamatkan sang Jendral Osaka berikut perwiranya. Apa maksud dari kedatangan Gyuuki di sana? Apakah ia menjadi sekutu dari Osaka, atau justru lawan bersama-sama dengan Kurokage Hyouka?

Di sisi lain, pihak Tokyo berhasil melakukan aliansi dengan Iwate dan Kyushu demi mengungkap segala konspirasi yang tengah terjadi. Hal tersebut tidak mudah khususnya mengingat Inuzuka Chika, Taishou Kyushu, baru menjabat menggantikan Hyuuga Arata yang telah dinyatakan meninggal dunia. Sementara di Hokkaido, Yuki Hatsuki kedatangan dua tamu yang mengaku sebagai shinobi Tokyo. Salah satunya adalah wanita yang hendak mengembalikan jasad Uzumaki Yukio yang tewas terbunuh setahun silam. Bagaimana Taishou Hokkaido menghadapi kabar tersebut?
Welcome Guest [Log In] [Register]
Opreg | 6/8, 10 AM - 8/8

√ Informasi lebih lengkap mengenai opreg dapat dilihat di sini.

√ Baru bermain di SAD? Silakan baca panduan mendaftar di sini.

√ Merasa postmu sudah cukup banyak? Klaim bonus 500 point kamu di sini! Tentu saja, baca ketentuannya lebih dulu, ya.

√ Segala jenis pendaftaran di forum SAD dinyatakan sah jika telah diapprove oleh AKUN STAFF. Di luar itu, tidak sah.

Quick News
Welcome to Another Dimension
SAD (Shinobi Another Dimension) merupakan forum roleplay 2D berbasis teks deskriptif bertemakan Naruto di dunia militer Jepang modern. Bergabunglah dengan kami dan rasakan kehidupan seorang Shinobi di balik bayangan!

Registrasi term IV akan dibuka pada tanggal 6 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB.
Best RPer March 2016
Summer/Fall 2017
Quota
KARAKTER SPESIAL
  • Kewarganegaraan ganda: (1/2)
  • Anggota keluarga kekaisaran: (0/1)
  • Pasangan Kembar: (0/1)
  • Citizen: (4/10)

  • KLAN
  • Aburame: (4/11)
  • Akimichi: (3/11)
  • Hyuuga: (10/11)
  • Inuzuka: (7/11)
  • Kaguya: (6/11)
  • Nara: (7/11)
  • Senju: (11/11)
  • Uchiha: (11/11)
  • Uzumaki: (11/11)
  • Yamanaka: (7/11)
  • Yuki Clan: (10/11)
  • Census
    Tokyo 11 | 02 20 | 00 25 | 02
    Hokkaido 09 | 01 16 | 01 25 | 02
    Kyushu 12 | 01 12 | 03 25 | 04
    Iwate 15 | 00 09 | 00 24 | 00
    Osaka 14 | 01 09 | 02 23 | 03
    Kyoto 13 | 00 10 | 00 24 | 00

    Jumlah Shinobi | Jumlah Citizen

    Selamat datang di Forum S A D kami berharap anda menikmati kunjungan ke forum kami.


    Sekarang anda sedang melihat forum sebagai pengunjung. Itu artinya anda memiliki keterbatasan menikmati fitur - fitur yang ada diforum ini secara lengkap. jika anda mendaftar ke forum kami, anda akan langsung terdaftar sebagai member kami dan dapat mengikuti RP bersama kami.


    Ayo bergabung!


    Jika anda sudah terdaftar sebgai member kami, silakan melakukan log in terlebih dahulu untuk mengakses profil anda.

    Username:   Password:
    [Ffic] Seashell
    Topic Started: Tuesday, 24. June 2014, 02:32 (215 Views)
    Kirishima Ame
    Member Avatar
    Osaka no Taishou
    (Suara ombak yang menderu selalu mengingatkannya pada pemuda itu. Saat ia tersenyum, dan terus menerus tersenyum padanya meskipun ia tidak pernah membalas senyuman itu.
     
    .
     
    .
     
    .
     
    Namun pemuda itu masih tetap memberikan senyuman yang sama, dan kehangatan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

     
    .
    Seashell
    Genre : Romance/Angst
    Rated : K+
    Disclaimed : don't own it~
    Pairing : Uchiha Masaaki x Hyuuga Arata
    Based Story : Was it Wrong? By ThPeekaBoo
    .
     
    "Arata."
     
    Pemuda berambut cokelat itu tampak mendekat dan memegang sebelah tangan gadis berparas cantik dengan rambut hitam pendek saat itu. Sebelum gadis yang terkenal dingin itu menepis tangannya, pemuda itu tampak memberikan 4 buah cangkang kerang yang cukup besar di tangannya.
     
    "Untuk apa ini...?"
     
    "Aku ingin memastikan sesuatu... Dan karena aku akan pergi selama 4 hari, aku akan memberikanmu 4 bukan."
     
    Menaikkan sebelah alisnya dan menatap pemuda itu yang hanya tersenyum lebar. Uchiha Masaaki—sang Taishou Tokyo adalah pemuda yang terkenal mencintai sang pemegang kekuasaan tertinggi di kemiliteran Kyushu. Namun, sifat dingin yang diberikan oleh gadis itu selalu membuat orang beranggapan kalau gadis itu tidak menyukai sang Taishou Tokyo.
     
    "Taishou-sama, sudah kukatakan jangan pergi dari prefecture begitu saja," suara itu membuatnya menoleh dan menemukan salah satu tangan kanannya Uzumaki Haruka yang memanggilnya dari jauh. Ia masih cukup muda—28 tahun saat menjabat Taishou, namun kinerja kerjanya sangat bagus untuk memimpin prefektur terbesar di Jepang itu.
     
    "Baiklah, aku pergi dulu Arata! Ah, jaga dirimu baik-baik, aku akan kembali 4 hari lagi. Jangan tidur sebelum pukul 12 malam!"
     
    Arata tidak mengatakan apapun dan hanya menggerutu. Pemuda itu selalu saja menganggapnya sebagai anak kecil, dan itu benar-benar membuatnya kesal.
     
    "Sudah kukatakan tidak perlu mencampuri urusanku, Uchiha Masaaki!"
     
    .
     
    (Orang-orang berkata kita tidak akan pernah bisa merasakan bagaimana menghargai sesuatu—)

     


     
    Pekerjaannya sudah selesai, dan ia kembali ke kamarnya saat untuk pertama kalinya ia melihat pada cangkang kerang yang ia buka, dan sebuah sebuah kertas tampak terlipat disana, bertuliskan sebuah kalimat yang bisa ia lihat dengan jelas.
     
    [ Akan sangat membosankan tanpa Arata disini. Cepatlah selesai pekerjaan ini... ]
     
    Hanya satu cangkang, dan ia berdecak kesal sebelum memasukkan kertas itu kedalam kerang, dan melemparkannya pada kotak yang ada di kamarnya. Merebahkan diri di fuuton, melihat jam weker yang ada di samping tempat tidurnya.
     
    Pukul 11 Malam.
     
    Matanya tidak berat, namun ia mencoba untuk menutup matanya dan tertidur. Gadis itu hanya—entah kenapa teringat dengan perkataan pemuda itu padanya.
     
    'Tidurlah sebelum pukul 12 malam Arata!'
     
    Ia bahkan tidak mengerti kenapa ia harus menuruti semua yang dikatakan oleh pemuda itu. Ini adalah kehidupannya, dan ia tidak perlu untuk mematuhinya. Ia juga tidak butuh cinta, yang ia butuhkan hanyalah ketenangan dan juga kenyamanan.
     
    Tetapi, senyuman itu seolah membuatnya tidak berkutik dan menuruti semua yang dikatakan pemuda itu.
     


     
    "Eh, Arata keluar prefektur?"
     
    Empat hari sudah berlalu dan saat ini Masaaki sedang berada di depan markas kemiliteran Kyushu untuk bertemu Arata. Mengangguk, Masaaki hanya menghela nafas dan melihat sebuah cangkang kerang lainnya yang ada di tangannya.
     
    "Setelah ini akan ada pertemuan dan juga beberapa laporan yang harus dikerjakan."
     
    Ia tidak mendengar itu dan hanya menatap pada cangkang di tangannya. Pekerjaannya dan juga pekerjaan Arata sama, namun tempat yang berbeda. Meskipun ia memiliki jet untuk pergi menemuinya dalam beberapa jam, namun pada akhirnya ia sendiri disinilah oleh pekerjaannya juga.

    Mungkin—hanya mungkin, ia memberikan semua cangkang bertuliskan kalimatnya adalah untuk memberitahukan perasaannya pada Arata. Berharap suatu saat, gadis itu akan mengerti kenapa ia memberikan semua itu padanya.
     
    .
     
    .
     
    .
     
    Itu karena ia mencintainya.
     


     
    Pertemuan berjalan sempurna, dan Arata kembali dengan selamat. Tentu, Arata adalah Taishou satu-satunya perempuan dan ia bisa mengimbangi kelima Taishou lainnya. Ia bisa melakukan apapun yang bisa dilakukan oleh para Taishou lainnya terkeras kenyataan kalau ia adalah seorang perempuan.

    Berjalan gontai, ia menuju ke rumahnya yang sepi dan akan membuka pintu saat tak sengaja ia menendang sesuatu di bawah.
     
    Sebuah cangkang kerang—yang kelima.
     
    Ia bahkan lupa kalau hari ini Uchiha Masaaki sudah kembali dari pertemuan itu. Mengambil, dan membuka kembali cangkang kerang itu dan tentu menemukan sebuah catatan disana yang ditulis langsung oleh sang Taishou dari Tokyo.
     
    [ Kuharap kau tidak memaksakan diri untuk melakukan pekerjaanmu Arata. ]
     
    Heck, ia tidak tahu perasaan seperti apa cinta itu. Tetapi entah kenapa, perasaannya saat ini benar-benar membuat dadanya sesak. Seolah sesuatu mengganjal dalam dirinya.
     
    Namun pada akhirnya ia hanya menutup mata dan menghela nafas. Memasukkan kembali kertas itu dalam cangkang kerang, dan melemparnya begitu saja dalam sebuah kotak yang ada di dalam rumahnya.
     
    Sekali lagi, ia sendirian—dan sampai kapanpun akan tetap sendirian.
     


     
    "Kau hanya membuang-buang waktu untuk mencari cangkang itu. Kau tidak mengerti kalau gadis itu tidak menyukaimu?"
     
    Pemuda berambut kuning itu tampak menghela nafas saat Uchiha Masaaki berada di pantai dan memunguti cangkang kerang disana hanya untuk memberikan pesan pada Hyuuga Arata.
     
    "Biar saja, dengan begini Arata akan tahu apa yang kulakukan setiap hari bukan?"
     
    "Apakah itu penting?" Haruka menatap Masaaki yang menatap cangkang itu dan tersenyum lembut sebelum mengangguk.
     
    "Tentu, itu sangat penting untukku..."
     


     
    Waktu terus berlalu, dan hubungan keduanya tidak pernah berubah. Dengan semua tatapan tajam dan juga penolakan akan cangkang kerang yang tidak hentinya diberikan pada Arata oleh Masaaki—tetap dengan semua catatan yang diberikan di dalamnya.
     
    Meskipun begitu, setiap hari Haruka dan juga yang lainnya tidak pernah tidak melihat sang Taishou Tokyo tidak meluangkan waktu hanya untuk menulis satu dua buah kata yang ia masukkan kedalam cangkang itu dan ia berikan pada Arata.
     
    Dan tanpa terasa, 4 tahun berlalu sejak saat itu.
     
    Arata sudah lelah untuk membaca semua pesan itu yang terdapat di dalam cangkang yang diberikan Masaaki. Ia hanya mengambil, dan melemparkannya pada kotak yang penuh dengan cangkang kerang yang sama. Bayangkan saja berapa banyak yang ia terima jika tidak ada satu haripun tanpa Masaaki memberikan sebuah cangkang kerang bertuliskan pesannya.
     
    Untuk apa ia melakukan itu?
     
    (Karena ia ingin semua itu dihargai oleh gadis itu.)
     
    Itu sama sekali tidak berarti untuknya.
     
    (Tanpa sadar, itu berarti banyak untukmu Hyuuga Arata.)
     


     
    Satu tahun sudah berlalu kembali, dan sekali lagi hubungan mereka semakin renggang. Kesibukan masing-masing terus membuat jarak diantara mereka berdua. Bahkan entah sejak kapan ia bisa menghitung berapa kali mereka bisa saling bertemu selain untuk melakukan pertemuan dan segera kembali ke prefektur masing-masing.
     
    Namun, dilain sisi ia sama sekali tidak bisa menghitung sudah berapa banyak pesan yang dikirimkan oleh pemuda itu padanya—dan sudah berapa lama ia tidak membaca lagi pesan-pesan yang berada di dalam cangkang itu dan hanya dilemparkan begitu saja dengan ratusan cangkang lainnya yang masih tertutup di dalam kotak itu.
     
    Entah apa yang menggerakkan tubuhnya kala itu, saat ia mengambil bagian atas dari kotak itu—salah satu dari sekian banyak cangkang yang tergeletak begitu saja di dalam kotak. Membukanya, dan melihat pesan yang ada di dalamnya. Tulisan yang sama—bahkan tidak pernah berubah sejak 5 tahun yang lalu.
     
    [ Aku merindukanmu Arata. ]

     
    Ia hanya menghela nafas dan kembali meletakkan cangkang itu dalam kotak. Berlalu untuk meninggalkan kotak itu teronggok di sudut ruangan tempatmu berada.
     
    .
     
    [('Lalu jika kau merindukanku kenapa kau tidak mencoba untuk menemuiku?'
     
    Tanpa sadar ia berfikir seperti itu, sebelum menepis dengan segera apa yang ia fikirkan saat itu ketika sekali lagi ia berfikir kalau pemikiran itu adalah hal paling bodoh yang pernah ia fikirkan.
     
    Ia akan terus sendirian—sampai kapanpun.)

     


     
    Ia sudah muak dengan semua ini—baru saja ia menghitung semua cangkang yang selama ini diberikan oleh sang keturunan Kaisar Jepang itu ketika ia baru saja kembali dari pekerjaannya.
     
    2190 buah cangkang.
     
    (Jangan tanya bagaimana dan berapa lama ia menghitung benda sebanyak itu. Dan kenapa ia tidak pernah membuangnya.)
     
    Ia hanya membacanya beberapa, sementara yang lainnya bahkan tampak masih sama seperti saat Masaaki memberikannya. Seperti tertutup—namun sebenarnya pernah terbuka, seperti hatinya yang seolah tertutup namun ia terus menyangkal bahkan hatinya selalu terbuka setiap melihat senyuman pemuda itu.
     
    Pukul 11.45—saat tengah malam nanti, ia yakin akan ada cangkang kerang itu lagi diberikan oleh pemuda yang sama dan tidak pernah menyerah itu.
     
    (Sekali lagi, Tanpa sadar ia berharap.)
     


     
    Pukul 01.45 am
     
    Aneh, tidak ada tanda-tanda pemuda itu muncul ataupun sebuah cangkang kerang yang tiba-tiba muncul di depan rumahnya. Biasanya pemuda itu akan selalu memberikan cangkang itu tepat disaat tengah malam.
     
    Namun sampai sekarang menunggu tidak ada sama sekali yang ia tunggu—baik pemuda itu maupun cangkang kerang yang selalu datang selama bertahun-tahun itu setiap hari.
     
    Tetapi itu artinya ia harusnya bersyukur karena benda menyebalkan itu tidak akan datang lagi.
     
    (Tetapi kenapa ia masih berharap?)
     
    Pemuda itu juga tidak akan mengganggunya lagi.
     
    (Tetapi kenapa ia terus memeriksa pintu depan saat mendengar sedikit saja suara yang muncul dari depan?)
     
    Ia benar-benar merasa lega.
     
    (Tidak, Arata tidak merasa lega.
     
    Seketika itu ia merasa—
     
    .
     
    .
     
    —terabaikan. Untuk pertama kalinya.)

     


     
    Ia masih terjaga dan sama sekali tidak merasa kantuk menyerangnya sejak tadi. Entah ia harus menunggu berapa lama lagi.
     
    Pukul 04.00 am.
     
    Pemuda itu benar-benar tidak datang begitu juga dengan cangkang kerang yang selalu datang sebelum ini setiap harinya. Lalu kenapa ia terus menunggu? Mungkin saja pemuda itu sudah bosan dengan semua penolakan yang diberikan padanya bukan?
     
    Seseorang datang—dan dengan segera ia membuka pintu untuk menemukan Senju Mizuro yang tampak terburu-buru menemuinya.
     
    “NOH menyerang Tokyo hari ini—keadaan Taishou cukup gawat dan Haruka-senpai mengatakan aku harus mengatakannya padamu.”
     
    .
     
    (Orang-orang mengatakan, kau tidak akan belajar untuk menghargai sesuatu.
    .
    —kecuali kau pernah kehilangan sesuatu.)

     


     
    Arata melihat lampu merah di atas pintu ruangan itu yang semula merah sekarang padam. Dan beberapa Iryo-nin tampak keluar dari sana dalam keadaan lelah. Namun ia tidak sama sekali menghiraukan itu.
     
    Para Iryo-nin menatapnya dan tanpa Arata harus bertanya, ia tahu apa yang difikirkan oleh gadis itu.
     
    “Ia sudah tidak apa-apa. Lukanya cukup parah namun kami sudah mengatasinya.”
     
    (Ia menghela nafas samar, dan untuk kali pertama ia merasa lega akan sesuatu tentang pemuda itu.)
     


     
    Ia berjalan masuk ke dalam kamar pribadi yang ada di Rumah Sakit itu untuk menemukan pemuda itu yang sedang duduk sambil membaca buku di pangkuannya. Senyuman itu tetap tampak di wajahnya tidak pernah hilang saat mereka bertemu.
     
    Saat Arata berdiri di depannya, gerakannya terhenti dan ia hanya menatap gadis berambut hitam itu dengan tatapan bingung.
     
    “Apa?”
     
    .
     
    .
     
    .
     
    “Siapa kau?”
     


     
    “Serangan dari musuh mengenai kepalanya dengan telak. Meskipun nyawanya tidak lagi dalam bahaya, beberapa ingatannya menghilang—“ salah seorang Iryo-nin tampak berbicara dengannya.
     
    Ia hanya diam dan tampak tidak berekspresi seperti biasa.
     
    (Walaupun ia tidak bisa memungkiri, setiap perkataan dari gadis itu seolah sebuah kunai yang tertancap di dadanya.
    .
    Sakit, dan sesak.)

     
    “Apakah ingatan itu bisa pulih?”
     
    Bahkan ia tidak sadar sudah bertanya hal bodoh seperti itu. Apa perdulinya dia kalau ingatan tentangnya akan kembali atau tidak? Bukankah pemuda itu tidak memiliki arti apapun dalam kehidupannya?
     
    “Entahlah—tetapi kemungkinan besar, ingatan itu akan menghilang selamanya.”
     
    (Orang-orang mengatakan, kau tidak akan belajar untuk menghargai sesuatu—kecuali kau pernah kehilangan sesuatu.

    .

    Tetapi ketika kau kehilangan ingatanmu, seberapa berharganya ingatan yang hilang itu? Karena mungkin, kau tidak akan bisa mengingatnya kembali.)

     
    “Baguslah, ia tidak akan pernah menggangguku lagi.”
     
    Arata menatap Masaaki dari balik jendela itu, sebelum berbalik dan berjalan menjauh dari tempat itu. Biasanya, kalau saja pemuda itu bercanda dan tetap mengingatnya ia akan berlari mengejarnya dan tersenyum sambil meminta maaf padanya.
     
    (Namun sampai ia menginjakkan kakinya keluar dari Rumah Sakit itu—tangan hangat itu tidak pernah menghentikannya untuk melangkah.)
     


     
    Setelah hari itu, tidak ada lagi cangkang kerang yang datang padanya. Tidak ada lagi Uchiha Masaaki yang mengganggunya dengan senyumannya yang datang setiap saat ia menatapnya.
     
    Mereka sering bertemu, namun hanya sebatas pertemuan antar Taishou bersama dengan keempat Taishou lainnya. Tidak ada lagi senyuman spesial yang diberikan oleh pemuda itu pada gadis ini.
     
    Hanya senyuman tulus yang diberikan pada setiap orang yang ia kenal.
     
    .
     
    Tidak ada yang istimewa…
     
    .
     
    (Setiap hari Arata melihat pada kotak itu, dan seketika merasa kalau kotak yang penuh dengan cangkang kerang itu kosong.

    Tidak, ia tahu kalau yang terasa kosong saat itu adalah hatinya. Hampa, seolah ada sesuatu yang menghilang dari dirinya.

    .

    ‘Seseorang—hilangkan perasaan ini…’

    Ia tahu tidak akan ada orang yang bisa melakukan itu. Hanya pemuda itu yang bisa melakukannya—namun itu tidak akan berarti lagi.

    Ia adalah seorang Shinobi terkuat di Kyushu,

    .

    .

    Namun saat ini ia merasa seperti seorang yang paling lemah di dunia.)

     


     
    Waktu semakin berlalu, dan sudah 1 tahun lamanya semenjak kejadian yang membuat Masaaki kehilangan ingatannya. Ia memang benar-benar hebat, meskipun sempat melupakan tentang desa dan semua pekerjaannya—namun ia dengan segera bekerja keras hingga bisa diterima kembali sebagai Taishou.
     
    Beberapa kali Arata menerima tawaran untuk menjalin kerja sama dengan Uchiha Masaaki namun terus saja ditolak olehnya dengan alasan tidak ingin menjalin kerja sama terlebih dahulu dengan prefektur lainnya dulu.
     
    Namun hanya ia yang tahu jika alasan sebenarnya adalah—ia tidak ingin melihat Masaaki tersenyum padanya berbeda dari senyuman yang diberikan pemuda itu sebelum ingatannya terhapus.
     
    Dan saat ia terus mencoba untuk menghindari pemuda itu, semuanya sudah terlambat.
     
    .
     
    .
     
    Masaaki akan menikah dengan perempuan lainnya.
     


     
    (Ia terus merasa dikhianati, seolah seseorang menamparnya dengan keras. Tetapi ia juga berfikir, apakah ini bisa disebut penghianatan? Karena Arata selalu mengatakan kalau Masaaki tidaklah berarti dalam kehidupannya.

    .

    Ucapan selamat, dan juga persiapan pesta yang terjadi di prefektur itu diadakan dengan meriah. Meskipun ia berada dalam keramaian itu—sampai kapanpun ia terus merasa sendirian.

    Kenapa dadanya terasa sangat sakit?

    Seolah seseorang mencengkram jantungnya dengan erat hingga ia merasa setiap waktu ia bisa mati karena tidak bisa bernafas.)

     


     
    Satu minggu lagi dan pemuda itu akan mengikat janji dalam pernikahan. Bukan, bukan bersama dengan Arata, seperti impian pemuda itu sejak lama. Tentu, karena baginya sekarang Arata bukanlah siapapun kecuali salah satu Taishou yang dikenalnya.
     
    Sekali lagi Arata melihat box berisi cangkang kerang itu, membuka satu per satu cangkang yang tidak pernah ia buka.
     
    [ Ini adalah musim dingin, kuharap kau tidak lupa dengan syal dan juga selimut tebal Arata. ]
     
    [ Kalau saja aku dapat waktu luang, apakah aku bisa bermain bola salju denganmu? ]
     
    [ Ini sudah sangat malam, aku tahu kau sudah tidur saat aku meletakkan ini. Apakah kau akan bermimpi tentangku? ]
     
    [ Setiap aku menulis ini, aku selalu berharap kalau kau mengerti kenapa aku selalu memberikanmu benda ini. ]
     
    [ Arata, aku tahu kalau aku selalu bodoh dimatamu. Dan aku baru menyadarinya saat aku tidak tahu bagaimana harus mengatakan ini padamu. Tetapi—Hyuuga Arata, aku menyukaimu… ]

     
    Untuk pertama kalinya selama ia mengenal pemuda itu ia melihat isi hati pemuda itu padanya. Pemuda itu tidak pernah mengatakan kalau ia menyukainya—meskipun ia tahu kalau pemuda itu menyukainya.
     
    Mengambil box yang ada di depannya, dan dengan segera ia berjalan menuju helikopter milik Kyushu.
     
    (Dan saat ia sadar—ia sudah berada di depan rumah pemuda itu.)
     


     
    “Eh Arata-san?”
     
    Saat ia membuka pintu ruangannya yang ia tahu tidak akan dikunci oleh pemuda itu, ia hanya melihat Masaaki yang menatapnya dengan tatapan kaget. Suaranya saat memanggil namanya bukanlah suara dengan nada lembut yang pernah ia lihat.
     
    Dulu.

    'Arata, jangan tidur sebelum pukul 12 malam!'
     
    Tangannya menjatuhkan begitu saja box yang berisi cangkang kerang itu hingga benda itu berserakan di depannya.
     
    “Arata-san, apa yang kau lakukan?”
     
    “Kau juga melupakan semua ini?” Pemuda itu menatapnya, dan ia tahu kalau pemuda itu tidak mengerti apa yang dikatakan olehnya. Mengeratkan kepalan tangannya, dan menahan diri untuk tidak berteriak saat itu, “kubilang—kau melupakan semua ini?!”
     
    Arata menghentakkan kakinya melangkah diantara cangkang kerang itu. Menghancurkannya sampai berkeping-keping seolah ia ingin menunjukkan bagaimana hatinya saat itu ia rasakan.
     
    Dadanya terasa hancur berkeping-keping setiap ia melangkah dan menghancurkan satu per satu cangkang kerang yang ada di depannya.
     
    “Arata, tunggu—apa yang kau lakukan?!” Masaaki memegang tangan gadis itu untuk menghentikannya. Namun Arata hanya menatapnya tajam dan menepis tangannya. melihat salah satu dari kertas yang berserakan karena cangkang itu jatuh.
     
    [ ‘Aishiteru, Hyuuga Arata.' ]
     
    Ia mengambilnya dan merobeknya hingga menjadi kepingan yang kecil. Ia menatap Masaaki yang masih menatapnya kaget dan bingung, ia berbalik dan meninggalkan tempat itu dengan segera.
     
    (Ia terus berfikir apa yang sebenarnya ia lakukan. Kenapa ia berjalan dan sampai ke tempat pemuda yang sebentar lagi akan mengikat janji pada seseorang?

    .

    Apakah ia berusaha menghancurkan pernikahan seseorang?

    Walaupun ia mencoba untuk menghentikan dirinya sendiri, ia tetap tidak bisa.

    .

    ‘Berhentilah—‘)

     


     
    Besok, besok Masaaki akan mengikat janji pada perempuan lainnya dalam pernikahan. Ia tidak akan mungkin bisa bersama dengan pemuda itu lagi. Ia akan hidup bahagia bersama dengan perempuan itu—dan memiliki anak.
     
    Ia akan melupakan keberadaan gadis ini.
     
    Ya, ia akan melupakannya.
     
    Menatap satu-satunya cangkang yang tersisa di dalam rumahnya—entah kenapa ia tidak bisa menghancurkan cangkang satu itu yang berisi robekan kertas bertuliskan ‘Aku menyukaimu’ dan hanya bisa menggenggamnya dengan erat di tangannya.
     
    Ia tidak akan bisa melakukan apapun.
     
    Semuanya sudah terlambat.
     
    (Ia mendengar sebuah ketukan pelan dari depan rumahnya dan segera membukanya dengan perlahan.
    .
    Uchiha Masaaki berdiri di depannya.)

     


     
    “Apa yang kau lakukan disini? Besok kau akan—“
     
    Perkataannya tampak terhenti saat pemuda itu melangkah masuk begitu saja dan menutup pintu rumah gadis itu. Tatapannya terlihat sedih dan juga menyesal, entah apa yang ia fikirkan.
     
    “Aku ingat sesuatu saat membaca kertas-kertas yang berserakan hari itu…”
     
    Mata Arata membulat mendengar itu dan menunggu kelanjutan perkataannya.
     
    “Aku ingat kalau aku pernah mengenal seseorang bernama Hyuuga Arata sebelum ini."
     
    .
     
    “Aku selalu menganggapnya sebagai seseorang spesial yang tidak pernah kumiliki.”
     
    .
     
    “Ia orang yang dingin dan tidak perduli pada orang lain…”
     
    Arata hanya mengangguk walaupun tidak terlalu setuju dengan perkataan terakhir pemuda itu. Berbalik tanpa mengatakan apapun, seolah mempersilahkan pemuda itu untuk mengikutinya.
     
    .
     
    “Saat waktu berlalu, aku tahu kalau apa yang kurasakan."
     

     
    “Aku—aku mencintainya…”
     
    Arata berhenti berjalan dan menatap Masaaki yang bahkan tidak berjalan mendekatinya. Namun, saat kedua mata itu bertemu, Masaaki berjalan mendekat, hingga berhenti dihadapan gadis itu.
     
    “Aku memasukkan kata-kata itu dalam cangkang kerang itu, untuk membuktikan kalau aku mencintainya setiap hari.”
     
    Arata membiarkan pemuda itu memegang pipinya dengan lembut. Nada yang sama seperti dulu—nada yang hangat dan juga lembut, sesuatu yang membuatnya tanpa sadar menyukai pemuda itu.
     
    “Tetapi, perasaan itu tidak ada lagi disini, dan semuanya berbeda sekarang.”
     
    Arata membuka matanya saat kehangatan itu kembali hilang. Senyuman penuh penyesalan dan juga terasa sakit terlihat di wajah pemuda itu.
     
    .
     
    .
     
    “Aku mencintai tunanganku…”
     
    (Hanya tiga kata yang mengubah segalanya. Dan hatinya seolah bersuara.
    .
    “Kau sudah mati—Hyuuga Arata.")

     


     
    Ia duduk di kursi yang ada di dekat rumah itu. Sama sekali tidak tertarik untuk melangkahkan kaki masuk kedalam rumah yang ada di belakangnya. Membakar semua kertas yang ada di tangannya termasuk sebuah robekan berisi pernyataan cinta pemuda itu.

    Tidak ada gunanya semua perkataan pemuda itu yang tertulis di kertas yang dikirimkan pada gadis itu.
     
    Semuanya sudah berubah,
     
    Perasaan pemuda itu sudah berbeda terhadap dirinya.
     
    “Tetapi, perasaan itu tidak ada lagi disini, dan semuanya berbeda sekarang.”
     
    Satu per satu kertas itu berubah menjadi abu—hatinya yang semula sempat terbuka tampak semakin tertutup saat api itu membakar habis semua kertas di tangannya.
     
    [ 'Aku tidak tahu harus mengatakannya bagaimana, tetapi—aku menyukaimu...' ]
     
    Tangannya gemetar saat abu itu turun dari tangannya. Rasanya sakit, ini terlalu berat untuk dilakukan. Namun, tangannya seolah tidak bergerak sesuai dengan hatinya untuk berhenti membakar semua kertas itu.
     
    Dan saat kertas-kertas terakhir akan terbakar, tetesan kristal bening itu tanpa sadar keluar dari matanya dan langsung ia hapus begitu saja. Ia melihat sebuah kertas terakhir disana yang tidak terbakar, ia membacanya untuk terakhir kalinya.
     
    Menuliskan sebuah kalimat disana dengan tangan yang gemetar.
     
    Walaupun biasanya ia tertawa melihat bagaimana tulisan pemuda itu jelek, saat ini ia merasa kalau tulisan itu sangat indah.
     
    Berbeda dengannya.
     
    Jelek, tidak pantas untuk disandingkan dengan tulisan pemuda itu.
     
    (Satu kalimat yang dituliskan pemuda itu, dan satu kalimat yang dituliskan gadis itu. Ia meremasnya dan membiarkan api membakarnya habis.

    Sebuah kalimat yang indah—

    .

    [ 'Aku akan tetap mencintaimu, Hyuuga Arata.' ]

    .

    Dan sebuah kalimat yang buruk dimatanya.

    .

    [ 'Aku juga—Uchiha Masaaki.' ]

    .

    Terlambat. Semuanya hilang seperti kertas yang berubah menjadi abu di tangannya.)

     


     
    "Arata!"
     
    Pemuda itu tersenyum pada gadis itu saat pada akhirnya ia memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah. Dan saat menoleh, gadis itu melihat sang Taishou berdampingan dengan wanita yang sudah menjadi istri sahnya sekarang.
     
    "Hm.."
     
    "Kau selalu irit bicara eh? Aku akan meninggalkan prefektur ini selama beberapa hari. Jadi, jangan menyerangnya selama aku pergi," menepuk kepala Arata sambil tersenyum lebar. Senyumannya memang sama seperti dulu seolah ia adalah seseorang yang istimewa. Namun, pada akhirnya sampai sekarang ia tidak akan menjadi seseorang yang istimewa lagi.
     
    "Oh ya, aku ingin memberikan ini padamu," memberikan sesuatu pada gadis itu, sebuah cangkang kerang yang cukup besar dibandingkan yang ia berikan sebelumnya. Menatap mata pemuda itu yang menatapnya lembut dan tersenyum padanya.
     
    Mendekati wajah gadis itu dan berbisik di depan telinganya.
     
    “Bacalah itu saat kau pulang…”
     


     
    Kerang itu cukup besar, dan saat ia membukanya sebuah kertas yang cukup besar terlipat disana. Membukanya dengan segera dan melihat apa yang ada di dalamnya. Entah sejak kapan ia merasa sangat bersemangat saat membuka benda itu.
     
    [ ‘Kufikir, lebih baik kau melihat ini saat aku sudah tidak berada di sampingmu lagi. Aku hanya tidak ingin perasaanku padamu dulu membuatmu bingung hingga sekarang.’ ]
     
    Terima kasih sudah menyadarinya bodoh.
     
    Satu nada sarkasis yang ia berikan didalam fikirannya saat membaca tulisan itu.
     
    [ ‘Maaf aku melupakan apa yang terjadi diantara kita. Maaf kalau aku tidak memiliki kemampuan untuk mengingatnya sebelum ini. Aku bodoh—kau tahu itu juga bukan? Dan aku mengakuinya sekarang—maafkan aku.’ ]
     
    Ada rasa rindu saat membaca tulisan ini, dan saat ini ia berdiri dan berjalan sambil membaca apa yang tertulis disana.
     
    [ ‘Ada satu hal yang tidak aku beritahukan padamu sampai sekarang. Yang sebenarnya masih terkubur dalam hatiku saat ini, yang mengatakan kalau aku masih mencintaimu.’ ]
     
    Ia menggenggam erat cangkang yang ada di tangannya yang lain.
     
    [ ‘Tetapi aku tidak mungkin menghancurkan pernikahanku, tidak saat itu. Maafkan aku…
     
    Dan untuk terakhir kalinya aku mencoba untuk menuliskan kata-kata ini untukmu. Hyuuga Arata—‘ ]

     
    Terakhir kali? Apakah ini sudah menjadi yang terakhir kalinya ia melihat benda-benda ini?
     
    [ ‘—aku mencintaimu. Maafkan aku, dan kuharap kau bisa menemukan orang yang lebih baik dariku.’ ]
     
    Dan kertas itu tampak kembali terbakar saat ia menggunakan jutsunya untuk membakar habis kertas itu menjadi abu.
     
    .
     
    (Tidak akan ada lagi seseorang yang akan tersenyum seperti pemuda itu untuknya.

    .

    Tidak akan ada lagi kerang yang akan dikirimkan untuknya—berisikan harapan dari pemuda itu dan juga harapan dari gadis itu.

    .

    Tidak akan ada lagi peringatan untuknya, agar ia menjaga kesehatannya.

    .

    Tidak akan ada seseorang lagi berada disampingnya.

    Ia kembali sendiri sekarang—dan sampai seterusnya…)

     


     
    Dulu, Hyuuga Arata adalah segalanya untuk Uchiha Masaaki. Dan sekarang ia tidak berarti untuk pemuda itu.

    Ah tidak, mungkin pemuda itu akan mengenalnya sebagai seorang gadis yang mencoba menghancurkan pernikahannya.

    Dan seseorang sekarang sudah mengisi posisinya dulu sebagai seseorang yang paling istimewa untuk pemuda itu.
     
    .
     
    Apakah salah kalau gadis itu tetap mencintai pemuda itu?
     
    Ia terus bertanya pada dirinya, pertanyaan yang tidak akan pernah terjawab sampai kapanpun olehnya.
     
    .
     
    (‘Cukup seseorang—

    .

    Kumohon—

    .

    —Jawab aku.’)

     
    { Owari }
    A LONG LONG TIME AGO, THERE WAS A BLACK-HAIRED PRINCE AND A PRINCESS.
    THE PRINCESS WAS SURROUNDED BY LIAR, AND LOCKED UP IN A LONELY ROOM ALONE.
    SHE ALWAYS THOUGHT THAT HER PRINCE WOULD SAVE HER.
    BUT... THAT DIDN'T HAPPEN.
    Posted Image
    BECAUSE THE PRINCESS WAS CAUGHT UP WITH THE FIXED IDEA THAT ONLY THE PRINCE WHO CAN SAVE HER,
    SHE REFUSED THE REALITY...
    SHE HAD NO IDEA THAT THE PRINCE WAS ON THE SAME PART AS THE LIARS.

    SIGNATURE + AVATAR BY ME | STORY PART (1)
    OFF Profile Quote
     
    Uchiha Kaibara
    Member Avatar
    Iwate no Taishou

    Gak nangis sih, cuma sumfeh, ini bikin gregetan. Arata-san di sini bego banget. Kalo IRP nyampe kayak gini juga, mungkin Arata-san bakalan jadi virgin forever /ckck Nice lah pokoknya, Senpai, seperti yang diharapkan darimu /jempol Ditunggu yang ToumAme lainnya yah
    Posted Image
    ©Kagami-nee

    "I don't know about the difference from good and evil. I'm just trying, as best as possible, so as not to lose something precious for me"


    Iwate no Taishou, IM5901700 - Uchiha Kaibara
    OFF Profile Quote
     
    Uchiha Kagami
    Member Avatar


    Ijinkan saya untuk membacot di sini.

    ALSKJDHLASKJDHLASKJDH INI FANFIC APAAN AMESAMAAAAAA. ITU DIKSI--ITU ALUR--ITU CERITA--AAAH MAU TEREAK PAKE CAPS JUGA GA AKAN PUAS MUJI FANFIC INI YANG UDAH DIKEMAS SEDEMIKIAN SASUGANYA <3 /dibunuh/ Kokoro ini sukses dibuat remuk, hancur berkeping2 pagi begini hngh </3 *nyelotipin balik kepingan hatinya* //GAGITU

    -bacotan selesai-

    Inti komentarku cuma satu, ini dewah banget miapah. Rasanya ikutan sakit kalau membayangkan sakitnya hati Arata saat tau Masaaki hilang ingatan. Tapi aku bisa memetik sesuatu, bahkan sekalipun ingatan kita hilang tapi masih tetap ada rasa cinta di hati orang itu walaupun hanya samar :'3 /kamungomongapambak/

    Ah sukaaaa, suka banget.

    Kokoro ini, auh--#udah

    Dewah banget, dewah. Ijinkan daku berguru padamu. *sujud*
    It's fine if it's not beautiful or wonderful;
     
    Posted Image
     
    just let me love you enough to drive me mad.

    _____________________________
     
    OFF Profile Quote
     
    1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
    ZetaBoards - Free Forum Hosting
    Create your own social network with a free forum.
    « Previous Topic · Fanfiction · Next Topic »

    Free Hit Counter
    2013-2016 Shinobi Another Dimension
    Forum by Setsuna. Skin by セイ. Content by members. All images, themes, textures and javascripts belong to their respective owners. Please do not steal anything. Hosted for free by Zetaboards.