SHINOBI
Another Dimension
シノビー・アナザー・ディメンション

4.2 | Fade to Black
Tragedi Osaka Lautan Api hampir terulang di tengah pertarungan Kurokage Hyouka melawan Kirishima Ame dan para perwira Osaka. Namun kehadiran sesosok yang tak terduga, Hasegawa Gyuuki, berhasil menyelamatkan sang Jendral Osaka berikut perwiranya. Apa maksud dari kedatangan Gyuuki di sana? Apakah ia menjadi sekutu dari Osaka, atau justru lawan bersama-sama dengan Kurokage Hyouka?

Di sisi lain, pihak Tokyo berhasil melakukan aliansi dengan Iwate dan Kyushu demi mengungkap segala konspirasi yang tengah terjadi. Hal tersebut tidak mudah khususnya mengingat Inuzuka Chika, Taishou Kyushu, baru menjabat menggantikan Hyuuga Arata yang telah dinyatakan meninggal dunia. Sementara di Hokkaido, Yuki Hatsuki kedatangan dua tamu yang mengaku sebagai shinobi Tokyo. Salah satunya adalah wanita yang hendak mengembalikan jasad Uzumaki Yukio yang tewas terbunuh setahun silam. Bagaimana Taishou Hokkaido menghadapi kabar tersebut?
Welcome Guest [Log In] [Register]
Opreg | 6/8, 10 AM - 8/8

√ Informasi lebih lengkap mengenai opreg dapat dilihat di sini.

√ Baru bermain di SAD? Silakan baca panduan mendaftar di sini.

√ Merasa postmu sudah cukup banyak? Klaim bonus 500 point kamu di sini! Tentu saja, baca ketentuannya lebih dulu, ya.

√ Segala jenis pendaftaran di forum SAD dinyatakan sah jika telah diapprove oleh AKUN STAFF. Di luar itu, tidak sah.

Quick News
Welcome to Another Dimension
SAD (Shinobi Another Dimension) merupakan forum roleplay 2D berbasis teks deskriptif bertemakan Naruto di dunia militer Jepang modern. Bergabunglah dengan kami dan rasakan kehidupan seorang Shinobi di balik bayangan!

Registrasi term IV akan dibuka pada tanggal 6 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB.
Best RPer March 2016
Summer/Fall 2017
Quota
KARAKTER SPESIAL
  • Kewarganegaraan ganda: (1/2)
  • Anggota keluarga kekaisaran: (0/1)
  • Pasangan Kembar: (0/1)
  • Citizen: (4/10)

  • KLAN
  • Aburame: (4/11)
  • Akimichi: (3/11)
  • Hyuuga: (10/11)
  • Inuzuka: (7/11)
  • Kaguya: (6/11)
  • Nara: (7/11)
  • Senju: (11/11)
  • Uchiha: (11/11)
  • Uzumaki: (11/11)
  • Yamanaka: (7/11)
  • Yuki Clan: (10/11)
  • Census
    Tokyo 11 | 02 20 | 00 25 | 02
    Hokkaido 09 | 01 16 | 01 25 | 02
    Kyushu 12 | 01 12 | 03 25 | 04
    Iwate 15 | 00 09 | 00 24 | 00
    Osaka 14 | 01 09 | 02 23 | 03
    Kyoto 13 | 00 10 | 00 24 | 00

    Jumlah Shinobi | Jumlah Citizen

    Selamat datang di Forum S A D kami berharap anda menikmati kunjungan ke forum kami.


    Sekarang anda sedang melihat forum sebagai pengunjung. Itu artinya anda memiliki keterbatasan menikmati fitur - fitur yang ada diforum ini secara lengkap. jika anda mendaftar ke forum kami, anda akan langsung terdaftar sebagai member kami dan dapat mengikuti RP bersama kami.


    Ayo bergabung!


    Jika anda sudah terdaftar sebgai member kami, silakan melakukan log in terlebih dahulu untuk mengakses profil anda.

    Username:   Password:
    [ffic] Shiseiten Show
    Topic Started: Wednesday, 2. July 2014, 22:36 (186 Views)
    Izumi Kyoshiro
    Member Avatar
    Tokyo No Taishou

    SHISEITEN SHOW


    CHAPTER I
    INFILTRATION



    Disini Eagle2 Nafasnya terengah.


    Bagaimana kondisimu? Tanya seorang disebrang jalur komunikasi.


    Burukhhaku terjebak Peluh di pelipisnya benar benar menunjukan bahwa dia terdesak dan kelelahan.


    Yang lain? Pria disebrang jalur komunikasi kembali bertanya.


    3 Korban jiwa, Sisanya luka tembak, dan entah dimana Jawabnya masih dengan nafas yang memburu.







    Tunggu! Ada musuh, aku harus mengakhiri komunikasi Dansemuanya hening.



    ***




    Siang tadi markas menerima laporan bahwa sebuah gedung perusahaan yang tengah menerima liquidasi uang dari pemerinah menjadi sasaran perampok terorganisir, dugaan bergeser dari perampokan biasa ke tindakan terorisme, dan pihak militer setempat merespon cepat dengan mengirimkan kesatuan khususnya



    delta-2 ke pusat, kami mendekati titik penerjunan suara khas jalur komunikasi yang bertumbukan dengan gangguan gelombang, suara mesin helikopter, dan turbulensi.


    Hell Ia hampir menghantam wajahnya sendiri dengan moncong senapan.



    kau tak apa masaaki ? tanya seorang dihadapannya. Masaaki hanya mengangguk, dan pria yang bertanya itu hanya mengangkat alisnya, dia memang seperti itu jika sedang dalam operasi, sedikit gugup namun tetap fokus.


    jangan mengencingi celanamu kaibara Seseorang di ujung kursi sejajar nampak berceloteh.pada pria yang menyapa masaaki tadi.



    Yang benar saja..kawan timpalnya sembari menggerutu samar,sedangkan pria di pojokan sana mulai tertawa menggelitik. Masaaki melirik pria itu dan memelototinya hampir tiga detik.



    Fokussuoh.. Dua kalimat itu cukup membuatnya diam dan tak melanjutkan cekikikan yang tadi ia gaungkan.
    Tiga orang lainnya tetap diam, seorang wanita dan dua orang pria, mereka lebih memilih fokus mengingat misi yang mereka jalankan sangat penting.



    Oke anak anak dua menit menuju titik penurunan ko pilot menyembul dari kokpit dan mengacungkan dua jari untuk penegasan waktu.


    Squad itu tampak begitu siap, ekspresi mereka yang tadi tidak sepenuhnya siaga kini berubah tajam, semua memasang wajah sama, tak ada lengkungan senyum dan siratan kebahagiaan di wajah mereka, semua seperti seekor pemburu yang bersiap membidik mangsa.



    Kokang senjata nya, tuan dan nona masaaki mengkomandoi untuk memulai fase persiapan. Bunyi gemercak dari suara senjata laras panjang yang mereka kokang secara bersamaan menambah fokus mereka.



    Beberapa berdoa, mengatur nafas dan beberapa lagi juga terlihat sedikit gelisah.
    Ketika helikopter mendekati atap gedung, dan pilot bersiap menstabilkan laju helikopter tiba tiba sang pilot menemukan hal yang aneh.


    hey.. ada seseorang diatap ia melihat seorang perempuan bersurai panjang diikat poni, namun yang mengejutkan adalah



    t-tunggu! bajunya seperti seorang pasukan khusus, memakai rompi dan peralatan khusus disekujur tubuhnya, tengah membopong sebuah pelontar roket yang tepat diarahkan kearah helikopter.






    RPG!!! sontak pilot dan kopilot menghindar dari peluncur roket tersebut untuk menghindari hantaman telak.




    BLARR!!!




    Sial ! ekor terkena, mayday ! mayday! Disini echo4, disini echo4 kami akan jatuh! Pilot berteriak dan itu terdengar di saluran komunikasi yang dipakai semua squad.




    hell ! kenapa ada peluncur roket ! Pekik kaibara.




    Lompat ! lompat ! teriak sang kopilot, saat itu helikopter sedang berputar cepat dan ketinggiannya semakin menurun , memiring dan menghantam ujung puncak gedung, helikopternya terus memiring dan baling balingnya mencabik beton dibawahnya.




    Keadaan disana belum stabil sepenuhnya. Masih banyak besi yang berderik akibat gesekan dari benda besar itu, ekor nya yang mengepul menggantung diudara.



    Saat seluruhnya mencoba merangkak keluar, orang pertama yang berhasila adalah seorang berambut ikal dengan mata coklat yang mengkilat, langsung membidikan senjatanya ke arah datangnya serangan, namun orang yang menyerang mereka menghilang.



    ayo cepat ! teriak sang pilot

    keluar! lanjutnya, tampaknya keadaannya tak baik. Masaaki menatap sekilas keadaan sekeliling, benar benar kacau, luka benturan dialami semuanya, bahkan terlihat kopilot mengerang kesakitan karena sendinya bergeser.



    Setelah semuanya keluar mereka dalam posisi siaga penuh menyisir hampir seluruh area atap gedung.
    aman !



    aman!



    Tak ada apapun!


    Semua bersahutan melaporkan keadaan pada komandan tim. Arata, satu satunya wanita dalam squad. masih berjuang mengeluarkan sang pilot dengan memecahkan kaca depannya, keadaan benar benar tak stabil, bahkan helikopter itu masih bergeser kesana kemari.


    cepatlah pergi ringis sang pilot, tak ada jawaban dari arata, ia hanya menyeretnya keluar, namun peluh di pelipisnya menyiratkan kekhawatiran keselamatan mereka.


    Malang tak dapat dihindar, massa didalam helikopter berubah dan membuat beban di ekor menjadi semakin besar, helikopter itu mengeluarkan suara dengungan besi yang bergesek dengan beton dan perlahan seolah berdiri dengan ekor mengarah kebawah, sang kopilot tamat, tak terselamatkan, tubuhnya meledak bersamaan dengan helikopter yang menghantam tanah dari ketinggian ratusan meter.




    Hening dalam beberapa saat.




    Pusat, disini eagle5, kode merah, kita diserang, petugas mengalami luka dibagian perut dan patah tulang. Kirim tim medis ke atap segera, kami akan melanjutkan misi Wanita cekatan itu mencoba melakukan pertolongan pertama pada sang pilot dan melaporkan situasi pada pusat.



    Sementara itu sang komandan tampak tengah kebingungan dan setengah panik atas semua serangan kejutan ini.
    tak ada waktu berduka, letnan tepuk seorang berkacamata pada masaaki. Masaaki hanya mengangguk dengan raut bingung panik, namun ia harus tetap fokus memimpin regunya, ini bukan pertama kali ia mengalami hal serupa.



    terimakasih yukio sersan mayor yukio. Kita lanjutkan misi perintahnya sembari mengambil nafas panjang, ia membetulkan posisi helmnya dan memantapkan gesper didagu nya.



    Lengannya meleambai tegas mengomandoi rekan rekannya untuk masuk terlebih dahulu. Dia melakukan parameter untuk menjaga teman temannya ketika masuk, moncong senapannya menyapu area dengan arah yang berlawanan dengan jalur masuk.




    Aman Bisik yukio melalui earset setelah membuka pintu darurat. Diiringi serbuan anggota tim lainnya, mereka mulai memasuki areal gedung, lantai paling atas.



    Keenam orang itu masuk melalui tangga daruruat yang membentuk spiral kearah bawah, tampak mereka masih belum menyabotase listrik atau sebagainya. Untuk pengarahan terakhir masaaki meminta seluruh regu berkumpul, namun seseorang tetap melakukan parameter penjagaan, tugas parameter diberikan pada kyoshiro, pria yang paling pendek diantara mereka, mengarahkan moncong senapannya ke berbagai arah, mereka belum tahu apa yang akan terjadi dengan serangan kejutan pertama.



    Masaaki membuka cetak biru gedung tersebut dan sisanya memperhatikan sang komandan.
    Dengar, gedung ini memiliki banyak celah untuk serangan kejutan, kyoshiro, cari saluran udara disini dan menyusup lewat sana perintah masaaki pada pria yang tengah fokus ke arah lain tersebut.




    roger tanpa membantah ia menerima perintah tersebut.



    Yukio dan arata, keluar dari pintu lantai berikutnya kemudian cari tangga darurat disebrang ruangan dalam gedung kita akan berikan serangan kejutan dari dua arah Keduanya mengangguk ketika masaaki menerangkan strateginya.



    Suoh dan kaibara menyusuri tangga ini hingga titik penyergapan dan aku akan menyisir dalam gedung Masaaki menatap seluruh anggota tim meyakinkan bahwa strateginya kali ini akan berhasil melumpuhkan para teroris.



    berhati hatilah, kita sudah dikejutkan dengan serangan tiba tiba, menurut laporan mereka membawa banyak senjata, jumlah mereka hanya empat tapi mampu menghabisi seluruh keamanan gedung, berhati hatilah tutur masaaki dengan wajah yang serius.




    aku ingin sapuan bersih, tak ada yang tersisa, tembak mati jika perlu sekarang! semua mengangguk mantap dan bergerak sesuai strategi masing masing.



    Kyoshiro sendiri bergerak kearah yang paling berbeda dari mereka, lubang saluran udara tepat berada di dinding ruangan itu, ia bisa menyusurinya dari sana.


    Sementara suoh dan kaibara terus beregerak kebawah, sementara masaaki, arata dan yukio keluar dari ruangan tersebut, masaaki memisahkan diri dengan langkah waspada, sementara yukio dan arata menyebrangi koridor nadi gedung tersebut untuk menuju tangga darurat di sisi gedung lainnya.




    Semua berjalan sesuai rencana sampai saat ini
    H O P E
    Posted Image
    Aku masih ingin hidup, banyak yang harus kulakukan, banyak yang harus kuraih, banyak yang harus ku pertahankan. Hidupku harus berlanjut.
    Signature by Uchiha Ayuka

    OFF Profile Quote
     
    Izumi Kyoshiro
    Member Avatar
    Tokyo No Taishou

    CHAPTER II
    FIRST CONFRONTATION


    Bunyi sepatu boots yang saling bergelatuk bergantian di koridor kaku bak lorong di gedung mati. Seseorang tengah menyusuri koridor tersebut dengan terburu buru, kopor hitam legam yang kaku, sama dengan wajahnya. Entah itu serius atau wajah seorang yang sedang muram.

    aku sudah sampai ucapnya sembari menekan sebuah tombol kecil di sekitar daun telinganya.


    aku juga sudah membereskan semuanya disini. Bagaimana denganmu Jawab pria yang tengah dihubunginya melalui earset



    apa ? bukankah sudah kubilang aku sudah tunggu itu bukan untuk dirinya.

    tsk dia membuka gerendel pintu dengan wajah kesal, yang ia lihat hanya geletakan mayat di ruangan tersebut, ruangan yang penuh layar.

    aku salah masuk tuturnya pelan.

    hahaha kau pusing dengan sistem komunikasi seperti ini ryu ? kali ini suara pria lain, namun nadanya benar benar menyebalkan.

    hei, kau salah masuk ? pria pertama tadi yang menghubunginya kembali angkat bicara.


    berisikMakenshi! Gerutunya sembari menggeram


    tidak tidak , hanya saja ini lebih seperti kamar mayat lanjutnya untuk membalas pria yang pertama berkomunikasi dengannya.


    Beberapa detik kemudian ia langsung membuka kopor dan mencolokan beberapa kabel yang membingungkan, kemudian menggerakan jemarinya dengan cepat diatas keyboard, pekerjaan yang paling mudah diantara mereka berempat, katanya



    Online dimana kikyo tanya nya tiba tiba sembari tetap fokus dan menggerakan jemanrinya kesana kemari seolah jarinya memiliki kehidupan sendiri dan bergerak seperti kerasukan.



    aku sedang turun mereka mungkin sudah masuk suara perempuan yang seolah tergesa gesa terdengar begitu jelas di seberang jalur komunikasi.




    Kazuma Berat sekali. ! Ucapnya sembari mengerang dan menggeser sebuah peti besar dengan pelat baja membungkusnya.



    Jangan mengeluh jawabnya simpel sembari mengotak ngatik smartphone miliknya tanpa melirik pria berambut putih yang tengah kewalahan disampingnya itu.



    se-setidaknya kau bantu aku bodoh! Ia hampir menjambak pria disampingnya itu karena kesal, namun urung mengingat mereka harus fokus pada tugas masing masing.



    ini mengapa kau harus menyisakan sandra untuk disuruh melakukan hal seperti ini keluhnya kembali sembari terus menyeret peti ber pelat baja tersebut.



    hai hai makenshi-sama.. akan kubantu dorong ucapnya sambil memutar bola matanya dan beralih ke sisi belakang peti tersebut, meski sudah diberiroda dibawahnya beban berat peti tersebut tak cukup diangkut oleh satu orang.



    Sementara itu dilantai yang lebih tinggi perempuan berkuncir kuda yang melakukan serangan tiba tiba itu menyusuri koridor yang dilewati temannya tadi dan membuka gerendelnya.



    ryu? Kau sudah di posisi lebih cepat ternyata ujar sang wanita dengan wajah datar.



    tak pernahkah kau jijik melihat semua ini? pria bernama ryu tersebut melirik dua buah mayat yang bersimbah darah di pojokan sana.



    Wanita bernama kikyo tersebut hanya mengangkat bahupada awalnya, akhirnya ia bergumam sambil menutup pintunya.



    Salahkan kakakku





    Ryu hanya menggeleng gelengkan kepalanya, seolah tak habis pikir dengan kakak beradik itu, bahkan kakaknya lebih gila lagi.
    Kembali pada para pria dilantai yang lebih rendah, tepatnya delapan lantai dibawah mereka, tempat dimana berangkas perusahaan tengah dibongkar dan diledakan oleh pria bersurai hitam yang kini sedang mendorong peti tanpa ekspresi.




    Berapa menit lagi ? Tanya makenshi.


    sekitar tiga puluh menit jawab rekannya dibelakang.


    Kau yakin cukup ? nampaknya pria ini sedikit ragu, padahal mereka kerap melakukan hal serupa bahkan lebih gila lagi di belahan bumi lain sebelumnya, namun tetap saja orang ini tak pernah merasa puas dengan pencapaian dirinya dan rekan rekannya itu.



    ya seolah tak mau berpanjang lebar dengan pria yang kini ia tatap punggungnya ini.

    Minna, mereka sudah melakukan manuver apa tindakan kita Gumam ryu dari earset.



    Tak ada jawaban, kebanyakan dari mereka justru setengah bingung dan berfikir dalam waktu bersamaan, sementara ryu butuh jawaban cepat.



    aarrrgghhh. Bunuh saja mereka, lacak dimana saja mereka dan kita hadang, sementara kazumazu memasang bom, kita akan jadi umpan Pria bersurai putih ini angkat bicara, memang sudah wataknya menyambar tempat pertama untuk bicara, karena ia menganggap terlalu lama juga tak baik mengambil keputusan.




    Sepertinya tak ada yang menyalahkan rencananya, dan selalu seperti itu, mereka tak punya rantai komando, hanya empat orang yang berdiri di empat sudut dan menopang satu sama lain, shiseitenempat kaisar, orang orang menyebut organisasi mereka seperti itu, karena sebuah alasan.




    ryube berikan posisi mereka gumam sang kuncir kuda dari earset.



    dua di tangga darurat sisi kiri, dan dua di tangga darurat sisi kanan, sisanya satu orang mendekat ke arahku, biar kuurus yang satu ini jawab ryube pada semua yang mendengarnya.




    Roger meski tanpa diperintah oleh siapapun, mereka seolah mengerti tugas masing masing, kerja sama selama belasan tahun membuat koordinasi mereka nyaris tanpa cacat, si surai hitam bernama kazumazu tetap mendorong peti besar tersebut, sementara makenshi dan kikyo bergerak kearah samping dari lantai masing masing, dua saudara ini lebih lama bekerja sama sebelum shiseiten terbentuk, mereka sudah tak perlu earset untuk menentukan pergerakan masing masing, sejak kecil mereka dilatih untuk menentukan hal hal yang tak perlu semacam ini.




    Makenshi bergerak kekanan, sementara kikyo berkelok ke kiri, menuju tangga darurat di sisi masing masing. Mereka mengokang senjata laras panjang yang mereka dekap.




    Sementara ryube keluar dari persembunyiannya dan bersiap menyambut surai coklat yang kini mengendap dari lantai atas.




    Satu hal yang luput dari kontrol ryube, seorang kopral satu yang mengendap perlahan di saluran udara, entah kebetulan atau ia tak melihatnya di sistem.







    Terlalu kecil ?







    Masaaki masih berusaha menemukan para teroris, sementara ia mencari, ryube sudah menemukannya terlebih dahulu dari sudut koridor, ia menunggunya, mencoba menyergapnya, masaaki bukan prajurit yang bodoh, dia terlatih, sangat dia bahkan bisa menumbangkan sejumlah orang bersenjata dengan tangan kosong, namun tiap orang punya kapasitas berbeda.




    pusat, disini Eagle2, kami berhasil masuk, tim sedang berg!!! Sebuah jeratan tali kawat tipis melingkar dan mencekiknya tanpa ampun secara tiba tiba.





    ia hampir panik dan kehabisan nafas, namun pelatihannya membuatnya sigap dan mampu menemukan celah, rugi nya pakaian serba taktis, ada celah untuk mencengkram bahu pria yang menjeratnya itu, dengan sebuah erangan dia membanting pria bersurai ikal gelap tersebut, sebelum laras panjangnya menemukan sosok penyerangnya, pria itu sudah berlari kencang menuju kearahnya melalui sisi koridor.



    DRRRRRRRRRPPPPP!!!!!!!




    Berondongan peluru dari moncong senapan ber peredam itu tampak berkilat kilat mengarah pada pria yang tengah berlari menerjang masaaki, sedikit janggal karena dengan kecepatannya itu ia bisa berlari vertikal di dinding.

    Dengan kecepatan itu ia sanggup mendahului gerakan mengayun senjata masaaki dan kecepatan peluru yang mengarah kepadanya, sekejap mata pria berekspresi datar tersebut sudah menendang vertikal lengan masaaki dan memaksanya menghempaskan senjata keudara, dengan momentum yang sama dia menendang pelipis masaaki dengan tumitnya.

    Sang komandan ambruk dengan cepat dan mengerang kesakitan, ryube menodongkan pistolnya dan hampir saja berhasil menarik pelatuk senjata tersebut, sebelum itu terjadi sebuah tebasan kaki dari masaaki membuat keadaan satu sama, pria itu terbanting kesamping.

    Tak cukup sampai disana, seolah pertarungan hidup dan mati, dua pria itu bangkit bersamaan, ryube menghempaskan tinju pertama ke arah perut dan wajah masaaki, lalu si surai coklat membalas dengan hantaman helm ke arah kepala ryube dan memberi peluang untuk mencabut pisau dari pahanya.

    sekarang ! pikir masaaki sembari mengayun pisau itu dengan beringas.







    TAP!







    s-sial gerutunya sembari menahan dorongan pria yang kini mencengkram erat pergelangan lengannya. Entah bagaimana caranya, rasanya orang ini benar benar bukan teroris biasa, dengan sebuah gerakan jari kecil, dia menekan jempol masaaki dengan jempolnya sendiri ke arah pergelangan, hingga masaaki mengerang dan melepaskan pisau yang ia genggam.


    Dengan cepat pisau itu berpindah tangan dan tanpa basa basi ryube menghujamkan pisau itu ke bahu masaaki, awalnya ia ingin mengayunkannya ke tenggorokan masaaki namun masaaki sempat menghindar. Setelah tertancap sebuah tendangan berputar dari ryube menghempas masaaki ke ujung koridor, masaaki terkapar.




    sial erangnya sembari mencabut pisau tersebut.







    Satu jatuh Ucap ryube, mencoba memberitahukan pada semua rekannya melalui earset sembari tersenyum sinis ke arah korbanynya, moncong pistol miliknya sudah mengarah ke masaaki, dan masaaki sudah tak mampu bergerak dengan posisinya yang masih mencoba beridri dengan menopang tubuhnya menggunakan sikut.







    Pria berekspresi datar itu tengah bersiap menarik pelatuknya dan









    .








    DOR!





    Mata masaaki membelalak, ketika tubuh dihadapannya memercikan darah di bagian dada kirinya, ryube sempat terhenyak dan memegang lubang berdiameter beberapa mili tersebut, sebelum akhirnya ia jatuh tersungkur dihadapan masaaki, pistol yang tergeletak masaaki raih sembari memegangi bahunya yang menganga akibat luka tusukan.


    kau yang jatuh Gumam masaaki sembari mengarahkan pistol kearah pria itu. Tiga tembakan dan tiga bunyi dentangan selongsong peluru memastikan kematian sang teroris pertama dari keempat anggotanya.

    Cih dengusnya sembari menendang pelan tubuh yang terbujur kaku tersebut. Ia mencoba beristirahat dan menyandarkan tubuhnya di sisi koridor.




    Terimakasih kyoshiro Ucap masaaki melalui earset.



    jangan ucapkan terimakasih, naikan saja pangkatku pak ucap sang kopral satu yang tengah merangkak pelan di saluran udara, tepat sebelum ryube menembak kyoshiro menunggu kesempatan dimana orang itu lengah. Disaat yang tepat dengan pengorbanan luka sang komandan untuk memperlonggar kewaspadaan sang teroris, akhirnya kyoshiro dapat menembakan peluru yang melumpuhkan sang teroris.

    pak kau tak apa2? tanya seseorang disebrang sana melalui jalur komunikasi. Masaaki mengenali suara tersebut, sudah pasti sang sersan kepala, yukio.


    hh~ sepertinya begitu jawabnya sembari memaksa tubuhnya untuk berdiri.



    terus lanjutkan manuver aku menyusul masaaki segera meraih pistol musuh dan menyesapkannya di kantong kosong di paha kirinya. Kemudian berlari ke arah senjata laras panjangnya yang terlempar saat pertarungan tadi, setelah semuanya kembali siap dan sedikit mengabaikan rasa sakit dibahu nya tersebut, ia kembali berlari menuju akses menuruni lantai tersebut untuk menemukan musuh lainnya.

    Tim penyerbu lainnya pun tengah ditunggu oleh penyergap lainnya, masaaki hanya beruntung, namun keberuntungan itu terjadi karena pasukan itu melatih diri mereka untuk membuka peluang keberuntungan, seperti tadi, ketepatan, dan kesabaran membuahkan hasil.







    Tiga menit dari kejadian tersebut, tiga anggota lainnya menyadari sesuatu yang ganjil, biasanya setiap dari mereka memberikan satatus dan konfirmasi ke masing masing anggota, namun salah satu diantara mereka yang terlibat pertarungan tidak melapor.


    Minna terus mundur, biarkan mereka terus mengejar hingga kita sanggup menyerang balik, persempit pencarian mereka. Buat jejak atau semacamnya kazuma lebih memberi saran daripada perintah.

    Roger sahut kikyo dan makenshi dan mengambil posisi menghindar, dengan segera mereka menuju lift untuk turun ke lantai dibawah mereka, berapa mayat sengaja mereka tinggalkan untuk membuat mereka mengejar kikyo dan makenshi, sesuai saran kazumazu.




    Setelah posisi mereka siap, mereka kembali ke posisi senyap dan bersembunyi di tempat strategis





    Menunggu mangsa mereka tiba





    disaat bersamaan kazumazu sudah berada di titik dimana bom telah ditempel.




    aku sudah diposisi bersiap ke pase berikutnya Bisiknya melalui earset.

    Aku mulai Pase berikutnya. Lanjut kazumazu.
    Edited by Izumi Kyoshiro, Thursday, 3. July 2014, 23:49.
    H O P E
    Posted Image
    Aku masih ingin hidup, banyak yang harus kulakukan, banyak yang harus kuraih, banyak yang harus ku pertahankan. Hidupku harus berlanjut.
    Signature by Uchiha Ayuka

    OFF Profile Quote
     
    Murakami Sei
    Member Avatar

    Lanjutin dong \ :v /

    ______________________________________
     
    Posted Image
    ______________________________________
     
    darling; don't you l o v e me too?
    .
     
    Biar belum offi, yang penting mejeng dulu. #ya

    OFF Profile Quote
     
    Uchiha Masaaki
    Member Avatar


    Kalo dilanjutin aku kasih uang jajan deh. :v
    LOVE BREEDS HATRED.
    Posted Image
    Uchiha Madara.
    OFF Profile Quote
     
    Yuki Hatsuki
    Member Avatar


    Shiseiten ka... sou yobareta no wa hisashiburi da na...



    Dan plz... Ryu duluan mati... dibunuh Kyoshiro lagi... situ punya dendam kesumat memang ke Ryu ya, chibi? /pfft


    Anyway, lanjut lanjut lanjut~~~
    Aku penasaran Kikyou matinya gimana ntar... :p
    Posted Image
    OFF Profile Quote
     
    Izumi Kyoshiro
    Member Avatar
    Tokyo No Taishou

    Proyek ngambang sampe sekarang ...mhon doanya biar ga mager lanjtin
    H O P E
    Posted Image
    Aku masih ingin hidup, banyak yang harus kulakukan, banyak yang harus kuraih, banyak yang harus ku pertahankan. Hidupku harus berlanjut.
    Signature by Uchiha Ayuka

    OFF Profile Quote
     
    1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
    ZetaBoards - Free Forum Hosting
    Free Forums. Reliable service with over 8 years of experience.
    Learn More · Register for Free
    « Previous Topic · Fanfiction · Next Topic »

    Free Hit Counter
    2013-2016 Shinobi Another Dimension
    Forum by Setsuna. Skin by セイ. Content by members. All images, themes, textures and javascripts belong to their respective owners. Please do not steal anything. Hosted for free by Zetaboards.