|
Rules
Guide Index
How to Play
Information
Updates
Face Claims
Point Report
Shop
Opreg | 6/8, 10 AM - 8/8 √ Informasi lebih lengkap mengenai opreg dapat dilihat di sini. √ Baru bermain di SAD? Silakan baca panduan mendaftar di sini. √ Merasa postmu sudah cukup banyak? Klaim bonus 500 point kamu di sini! Tentu saja, baca ketentuannya lebih dulu, ya. √ Segala jenis pendaftaran di forum SAD dinyatakan sah jika telah diapprove oleh AKUN STAFF. Di luar itu, tidak sah. |
Quick News
Welcome to Another Dimension
SAD (Shinobi Another Dimension) merupakan forum roleplay 2D berbasis teks deskriptif bertemakan Naruto di dunia militer Jepang modern. Bergabunglah dengan kami dan rasakan kehidupan seorang Shinobi di balik bayangan!
Best RPer March 2016
![]() |
Summer/Fall 2017
Quota
KARAKTER SPESIAL
KLAN Census
|
| Selamat datang di Forum S A D kami berharap anda menikmati kunjungan ke forum kami. Sekarang anda sedang melihat forum sebagai pengunjung. Itu artinya anda memiliki keterbatasan menikmati fitur - fitur yang ada diforum ini secara lengkap. jika anda mendaftar ke forum kami, anda akan langsung terdaftar sebagai member kami dan dapat mengikuti RP bersama kami. Ayo bergabung! Jika anda sudah terdaftar sebgai member kami, silakan melakukan log in terlebih dahulu untuk mengakses profil anda. |
| Buku Harian Uchiha Masaaki | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Monday, 4. January 2016, 18:16 (178 Views) | |
| Uchiha Masaaki | Monday, 4. January 2016, 18:16 Post #1 |
![]() ![]()
|
Tulisan ini ditulis beberapa hari menjelang eksekusi mati. Ternyata berada di penjara tidak seburuk apa yang orang pikirkan. Nyatanya aku lebih nyaman berada di balik jeruji bisa ini. Tidur di atas lantai yang kotor, dinginnya udara menusuk tulang, bahkan aku mulai terbiasa dengan kecoa yang sering menemani kesendirianku. Mungkin, disini lebih mudah bagiku untuk melangsungkan hidup daripada dunia luar yang kejam tak pandang bulu. Aku memang disiksa—hampir setiap saat—tapi rasa sakit ini tidak seberapa ketimbang rasa sakit yang aku terima jika aku hidup di dunia luar. Bahkan, aku mulai terbiasa dengan segala siksaan di penjara ini. Dicambuk, kepalaku direndam dalam air selama beberapa menit sampai-sampai aku sempat kehilangan kesadaran, dijadikan samsak hidup oleh mereka yang bertubuh kekar... atau siksaan lainnya yang tak bisa kutulis disini saking banyaknya. Aku sudah terbiasa. Tubuhku mulai kebal. Disiksa berapa kali pun tubuhku akan siap menerima dengan senang hati. Atau mungkin, syaraf-syaraf sensorik-ku sudah mati akibat menerima siksaan yang tak ada habisnya. Saat aku menulis ini, aku berpikir, apa kesalahan yang telah aku perbuat sehingga aku harus menjalani semua ini sendiri. Dosa besar apa yang telah akh lakukan? Oh Tuhan, jika Engkau memang Maha Pengampun, ampunilah dosa-dosaku. Ah. Sejak kapan aku mulai religius seperti ini. Ini pasti gara-gara syaraf-syarafku memang sedang rusak. . . Kemarin aku baru menyadari nikmatnya tersenyum. Mantan anak buahku yang loyal, Uzumaki Haruka-chujo, datang mengunjungi aku yang sudah tidak ada harapan hidup ini. Aku sungguh... senang sekali. Aku menitikkan air mata saat itu juga. Terimakasih Tuhan, ternyata masih ada orang yang mengingatku meski hanya sedikit. Kedatangan Haruka memang bukan spesial untuk bertemu bersimpati padaku. Tapi aku bangga pernah memiliki anak buah sepertinya. Ah berbicara anak buah, aku punya tiga nama shinobi muda yang memiliki potensi. Uzumaki Haruka, Uchiha Kagami, dan Nara Takeru. Apa kabar mereka berdua, ya? Kuharap, mereka tidak berubah. Tetap sama seperti terakhir kali aku berinteraksi dengan mereka. Tetapi, orang-orang berubah, begitupun juga aku. Dari pria calon pewaris takhta kekaisaran dengan segala kemewahannya, menjadi pria bertubuh kurus kering yang bahkan tak diinginkan dunia. . . Andai— andai aku berhasil keluar hidup-hidup dari tempat ini dan bertemu dengan Arata, aku penasaran apa yang akan dia katakan padaku. Akankah dia menghajarku atas semua kebodohan yang telah aku perbuat? Akankah dia memeluk tubuh ini erat-erat lalu mencium bibirnu? Atau... akankah dia hanya bisa menangis? Tidak. Wanitaku adalah wanita yang hebat. Dia kuat. Jika boleh jujur, aku ingin dia marah padaku. Lalu aku ingin dia memeluk tubuhku erat seakan tak ingin melepasnya, dan kami akan berjanji akan hidup bahagia selamanya. Andai aku tak egois dengan menyatakan perang secara langsung kepada kekaisaran, mungkin aku takkan berakhir menyedihkan seperti ini. Mungkin aku akan dapat merasakan kebahagiaan bersama dengan rekan-rekanku. . . Aku sangat ingin bertemu dengan Aiko-chan, Arata, Shinji, dan— ah, sejujurnya aku ingin— sangat ingin bertemu dengan semua orang yang aku sayang. Aku rindu canda-tawa mereka, aku rindu suara tawa mereka. Aku rindu menangis bersama dengan mereka. Aku rindu segalanya tentang mereka. . . Hidupku mungkin akan berakhir di tempat ini. Apa ini hukuman untukku? Hukuman karena aku mencoba untuk melawan arus. Hukuman karena aku mencoba untuk melindungi orang-orang yang aku cintai. Aku takut hukuman ini segera dijatuhkan. Sungguh takut. Takut karena aku tidak akan bisa lagi mengingat ayah, ibu, adikku Aiko, dan Arata. Namun jikapun hukuman ini harus terjadi, sebelum itu aku ingin mengecup kening Arata, menarik selimutnya, dan berbisik di telinganya, "Oyasuminasai, sleep tight." Please don't ever forget me. |
“LOVE BREEDS HATRED.”![]() Uchiha Madara. | |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| Uchiha Masaaki | Sunday, 21. February 2016, 16:36 Post #2 |
![]() ![]()
|
Tulisan ini ditulis setelah thread Central Park Tower la Tour (kunjungan Uchiha Masaaki ke apartemen Lena). Ini adalah mimpi, 'kan? Ya, aku pasti sedang bermimpi panjang. Sebuah mimpi yang sangat menakutkan hingga dia membangunkanku dari tidur panjangku. Dia yang seharusnya tak pernah eksis di dunia ini, aku menyebutnya Malaikat Maut Hitam. Meski dia lebih senang dengan sebutan Bayangan Hitam. Dialah orang yang membangunkanku dari mimpi burukku. Walaupun aku tahu aku harus membayar sebuah harga yang mahal untuk menebusnya. Tapi itu tidak masalah bagiku, selama aku masih dapat menggerakkan kaki-tangan, itu sudah cukup bagiku. Membuat kesepakatan dengan iblis... Ya aku memang yang terburuk. Kuharap Tuhan mengampuni dosa-dosaku. Satu nama yang terlintas dalam pikiranku setelah aku dapat menghirup udara segar adalah: Hyuuga Arata. Aku... Seolah kehilangan sebagian dari diriku ketika mendengar kabar itu dari Karasu. Sebuah kabar yang sangat menyakitkan, sungguh terasa menyakitkan. Menyayat hati ini. Aku tahu aku tidak harus mempercayai kabar itu, tetapi Karasu telah memastikannya bahwa kabar itu benar. Hahaha, aku bahkan belum meminta maaf padamu. Meminta maaf atas semua perlakuan konyol yang membuatmu kerepotan. Meminta maaf karena aku sempat melupakanmu sebagai kekasihku. Dan meminta maaf karena aku sempat menghilang dari hidupmu. Aku telah menemui banyak wanita dalam hidupku. Mereka semua sama saja, mendekatiku hanya karena statusku. Hingga kau hadir mewarnai hitam-putih hidupku menjadi lebih berwarna. Tahu tidak? Saat pertama kali aku melihatmu, aku tahu kau itu berbeda. Kau spesial. Aku bisa melihatnya dari sorot matamu itu. Ah, masih ingat insiden di penjara elit Tokyo dimana kala itu sebuah kubah es terbentuk? Aku yakin saat itu aku jatuh pingsan. Namun aku masih dapat merasakan sesuatu di sekitarku. Itu kubah es bukan? Entahlah, tapi aku tidak merasa kedinginan. Hangat, yang kurasakan. Aku tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi. Namun satu hal yang pasti, blazer milikmu yang kau kenakan saat itu masih ada padaku, hahaha. Dan tahu tidak? Perasaanku masih belum berubah. Aku masih menyayangimu hingga detik ini, hahaha, lucu ya. Bagaimana denganmu? Baik-baik saja di alam sana? Baik-baik saja 'kan? Kuharap demikian. Keadaanku juga lumayan baik walaupun tubuhku mengurus. Jangan khawatir, beberapa hari lagi tubuhku akan kembali berisi kok. Oh iya, tadi aku hendak menemui Aiko tapi dia lagi main bareng teman-temannya. Kecewa sih. Kangen banget sama Aiko, aku ingin melihatnya barang sedetik saja. Tak apa, yang terpenting bagiku adalah kesehatan dan kebahagiaannya. Aku sempat menitipkan kalung Uchiha yang akan dipakainya. Agar Aiko tahu bahwa kakaknya ini masih hidup dan dalam keadaan sehat-sehat saja. . . Arata, apa hal yang kulakukan selama ini salah? Atau, caraku menempuhnya-lah yang salah? Beritahu aku, kumohon. Aku butuh saran darimu. Apa yang seharusnya aku lakukan. Apakah aku harus menyerah pada keadaan? Atau aku harus tetap melawan arus apapun yang terjadi? Sungguh, aku tak tahu apa yang kulakukan ini benar atau salah. |
“LOVE BREEDS HATRED.”![]() Uchiha Madara. | |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| Uchiha Masaaki | Saturday, 19. November 2016, 16:12 Post #3 |
![]() ![]()
|
My Poem #1 She lost her brother a month ago His picture on the wall And it reminds me When she brings me coffee... her smile I wish I could be with her until my last day She said she gave all her love to me (I said I gave all my love to you) We dreamt a new life (We dreamt a new house) Some place to be at peace But things changed... suddenly I lost my dreams in this disaster I'm crying Missing my lover I don't have the power On my side forever Oh Where is my lover I got no power I'm standing alone. No way Calling out your name We don't know what is wrong tonight Everybody's got n o p l a c e to hide No one's left and there's no one to go on All I know is my life is gone - Ditulis entah kapan - Poem-nya sepenuhnya mengambil lirik lagu Call Your Name - Sawano Hiroyuki |
“LOVE BREEDS HATRED.”![]() Uchiha Madara. | |
| OFF Profile | Quote ▲ |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Fanfiction · Next Topic » |




